Jumat 18 November 2022, 12:30 WIB

Vasektomi Efektif Cegah Kehamilan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Vasektomi Efektif Cegah Kehamilan

ANTARA/Septianda Perdana
Dokter melakukan vasektomi kepada salah satu peserta KB di klinik KB Susi di Rumah Sakit Tingkat II Putri Hijau Kesdam I/BB di Medan, Sumut.

 

VASEKTOMI, yang merupakan prosedur kontrasepsi dengan memotong atau mengikat saluran sperma, adalah cara efektif untuk mencegah kehamilan. Hal itu dikatakan dokter spesialis urologi Andika Afriansyah dari Universitas Indonesia.

"Vasektomi hampir 100% efektif dalam mencegah kehamilan," kata Andika lewat aplikasi pesan, Jumat (18/11), bertepatan dengan Hari Vasektomi Sedunia yang jatuh setiap 18 November.

Dia menjelaskan vasektomi adalah operasi rawat jalan dengan risiko komplikasi atau efek samping yang rendah.

Baca juga: Kondom Rasa tidak Disarankan Digunakan untuk Penetrasi Seksual

Dengan melakukan vasektomi, seseorang tidak perlu mengambil langkah-langkah pengendalian kelahiran sebelum berhubungan seks, misalnya memakai kondom.

Pria yang bisa menjalani vasektomi setidaknya harus berusia lebih dari 25 tahun, usia di mana kondisi dianggap optimal. Namun, tidak ada angka usia maksimal untuk prosedur vasektomi.

"Menurut penelitian oleh American Journal of Men's Health pada umumnya vasektomi dilakukan pada usia 35 tahun dengan tipikal batas usia antara 30 - 56 tahun karena berbagai faktor sosial dan kematangan mental," jelas dia.

Setiap laki-laki harus mempersiapkan kondisi fisik agar fit sehingga prosedur vasektomi bisa berjalan lancar.

Sebelum vasektomi dilakukan, pasien harus menjalani pemeriksaan medis dan wawancara bersama dokter. Andika menjelaskan pada pertemuan awal dokter akan memberikan pemahaman bahwa prosedur vasektomi bersifat permanen.

"Dan itu bukan pilihan yang baik jika ada kemungkinan seseorang ingin memiliki anak di masa depan," katanya.

Pemeriksaan medis untuk calon pasien vasektomi meliputi pemeriksaan laboratorium sebelum operasi, misalnya tes alergi obat dan pemeriksaan darah.

Pasien juga harus melakukan skrining check up praoperasi, tidak boleh mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin selama tujuh hari sebelum vasektomi.

Sebelum vasektomi, pasien juga diminta membersihkan alat kelamin dan mencukur bulu kelamin di seluruh skrotum, serta menghindari makanan berat dan mengganti dengan kudapan ringan.

"Pasien pun membawa pakaian dalam yang ketat untuk dipakai setelah vasektomi, guna menopang skrotum dan mengurangi pembengkakan yang terjadi," jelas Andika.

Vasektomi sebaiknya tidak dilakukan oleh pria yang belum memiliki keturunan, usia muda di bawah 30 tahun, memiliki penyakit berat, tidak memiliki pasangan, dan punya keluhan nyeri pada skrotum.

Prosedur ini harus ditunda jika pasien punya penyakit atau kondisi seperti infeksi lokal, infeksi sistemik akut, penyakit menular seksual, filariasis atau infeksi akibat cacing filaria, elefantiasis, juga massa intra skrotum.

Kondisi lain yang membuat pasien harus menunda vasektomi adalah bila ada hipersensitivitas terhadap agen anestesi yang digunakan.

Andika menuturkan ada sejumlah kondisi yang mempersulit prosedur vasektomi, yakni bila ada riwayat trauma skrotum, varikokel atau hidrokel yang besar, ada riwayat operasi karena cryptorchidism, Hernia inguinalis serta gangguan pembekuan darah. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Cegah Lonjakan Sub Varian Baru dengan Prokes dan Vaksin

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 09 Desember 2022, 17:46 WIB
Agus mengingatkan masyarakat untuk tidak abai memakai masker, terutama pada ruangan yang tertutup guna menekan risiko penularan...
ANTARA

Erick Thohir Dinilai Kompeten Pimpin Indonesia

👤Widhoroso 🕔Jumat 09 Desember 2022, 17:04 WIB
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki pengalaman panjang dalam dunia ekonomi...
Ist

Konkretkan Upaya Kaji Ulang Konstitusi, DPD RI Teken MoU dengan UI

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 16:57 WIB
Jalinan kerja sama dalam MoU tersebut meliputi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPD...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya