Rabu 16 November 2022, 17:38 WIB

Perjuangan Oki Setiana Dewi Membesarkan Anak dengan Sindrom Prader Willi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Perjuangan Oki Setiana Dewi Membesarkan Anak dengan Sindrom Prader Willi

Dok Ist
Pemeran sekaligus pendakwah Oki Setiana Dewi dan Prof. Dr. Deby Vinski, MSc, Ph.D.

 

Pemeran sekaligus pendakwah Oki Setiana Dewi berjuang membesarkan Sulaiman, anak bungsunya yang menderita Sindrom Prader-Willi atau Prader-Willi syndrome. Dia mengupayakan kesembuhan dengan cara terapi stem cell.

Terapi ini dilakukan di Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking di Vinski Tower. "Ini adalah rangkaian dari perjuangan saya membesarkan Sulaiman. Sulaiman ini Allah karuniakan sindrom prader willi, dimana secara garis besar dia tidak tahu rasa kenyang itu seperti apa hingga keinginan makan terus menerus. Dia juga punya hipotonia yaitu otot yang lemah sehingga ada banyak hal-hal yang dilakukan untuk memaksimalkan atau membuat Sulaiman tumbuh kembang secara optimal," katanya saat dijumpai para wartawan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Dia melanjutkan cerita, apa yang dilakukan merupakan perjalanan yang panjang. "Sampai sekarang Sulaiman bisa berjalan bukan tiba tiba berjalan, ada perjuangan yang panjang. Sulaiman sampai hari ini masih suntik setiap hari untuk hormon, masih melakukan berbagai terapi tiap hari, fisioterapi, terapi sensorik, dan masih banyak lagi. Sulaiman juga masih pake sleeping pad kalau tidur karena kadang ada sleep apnea atau berhenti napas dan hari ini saya bersama Prof. Deby Vinski, sama ibu saya juga. Hari ini sulaiman akan dilakukan tindakan Stem cell yang kedua," katanya, kemarin.

Dijelaskannya dari hasil stem cell yang kedua dia bergabung di komunitas sindrom prader willy dari berbagai negara. "Karena di Indonesia belum ada. Mereka ingin tahu juga hasil stem cell."

Prof. Dr. Deby Vinski, MSc, Ph.D , pemilik Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking mengatakan, "Sel puncak atau stem cell adalah sel yang berubah bisa menjadi sel apa saja tergantung rumahnya. Jadi sel puncak sangat bermanfaat, kita bisa ambil sumbernya dari tali pusar, lemak, darah, bisa dari sumsum tulang. Tapi yang populer sekali dari tali pusar seperti yang kita lakukan pada Sulaiman. Kalau Sulaiman, ada sindrom kelainan genetik prader willi sindrom, kelainan pada kromosom nomor 15. Tapi dengan riset dan teknologi memang masih langka kita tidak mengubah rumusan kromosom dan genetik. Tapi, akibat yang ditimbulkan bisa kita atasi dengan stem cell," jelasnya panjang. (OL-12)

Baca Juga

Antara

KPI Dukung Pelaksanaan ASO Tahap II

👤Ant 🕔Rabu 30 November 2022, 23:08 WIB
Adapun wilayah-wilayah yang akan melaksanakan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan...
Antara

Stigma Negatif Masih Melekat pada ODHIV

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 30 November 2022, 22:51 WIB
Padahal, penularan HIV bisa terjadi dengan berbagai cara. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi tidak aman, hingga...
Ist

Wamenag Soroti Minimnya Riset Tentang Zakat

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 20:56 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (30/11) secara virtual membuka The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya