Selasa 15 November 2022, 20:22 WIB

Gandeng Generos, IKATWI Bahas Kekurangan Jumlah SDM Terapis Wicara

mediaindonesia.com | Humaniora
Gandeng Generos, IKATWI Bahas Kekurangan Jumlah SDM Terapis Wicara

Ist
Ikatan Terapis Wicara Indonesia (IKATWI) menyelenggarakan acara bertajuk "Webinar Internasional Terapi Wicara" secara daring.

 

KETERBATASAN tenaga terapis wicara mulai disoroti secara serius oleh komponen penting di Indonesia, termasuk pemerintah.

Hal inilah yang membuat Ikatan Terapis Wicara Indonesia (IKATWI) menyelenggarakan acara bertajuk "Webinar Internasional Terapi Wicara" secara daring pada Minggu (13/11).

Webinar dengan ini dihadiri 1.000 peserta yang terdiri terapis wicara yang tersebar di seluruh Indonesia.

Acara dengan narasumber internasional maupun nasional ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan penyediaan, khususnya terapis wicara yang sangat dibutuhkan di Indonesia.

Sayangnya, kebutuhan tersebut tidak seimbang dengan sumber daya manusia di bidang terapis wicara yang belum merata di seluruh Indonesia.

Maka, keterbatasan inilah yang menjadi sorotan bagi Dra. Oos Fatimah, M.Kes selaku Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pada webinar tersebut, Oos menyampaikan bahwa kasus kematian tertinggi masih diakibatkan penyakit tidak menular, termasuk penyakit stroke serta kesehatan ibu dan anak.

Baca juga: Kemensos dan Stafsus Presiden Siapkan Modul untuk Tuna Rungu

Pada kategori dua penyakit tersebut, memang ada kaitannya dengan bahasa dan bicara seseorang. Termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang sangat membutuhkan pendampingan dari terapis wicara untuk kehidupan sosial maupun kesehatannya.

Salah satu faktor terbatasnya SDM terapis wicara yaitu minimnya institusi pendidikan jurusan terapi wicara di Indonesia.

Hingga saat ini hanya terdapat 4 institusi pendidikan yang mempunyai jurusan terapis wicara, di antaranya Solo, Padang, Jakarta dan Bandung.

Maka, pada tahun 2023 Kemenkes merencanakan akan menambah lagi institusi jurusan terapis wicara sebanyak 12 institusi. Penambahan ini diharapkan bisa tersebar di seluruh Indonesia, terutama bagian timur.

“Pada tahun 2021, dari 3565 lulusan tenaga keterapian fisik dan hanya ada 264 tenaga terapis wicara. Maka kami dari Kemenkes akan merencanakan 9 strategi transformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan," jelasnya.

"Karena dari segi terapis wicara masih kurang dan hanya tersedia di wilayah Jawa saja, sedangkan di indonesia timur masih kurang. maka kita akan lakukan pemerataan kualitas lulusan dari terapis wicara,“ ujar Oos.

Dengan tersedianya 264 terapis wicara, angka tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan pendamping gangguan bahasa dan bicara masyarakat di Indonesia.

Kemenkes mengharapkan peran dan kerjasama IKATWI dan institusi terkait dalam pembukaan program studi dan pembinaan serta peningkatan mutu tenaga kerja untuk mengejar kekurangan tersebut. 

Selaras dengan pernyataan Direktur penyediaan Tenaga Kesehatan, dokter spesialis anak, dr. Ajeng Indriastari,Sp.A. selaku perwakilan dari Generos mengungkapkan bahwa peran terapis wicara memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa dan bicara anak, khususnya yang mengalami gangguan speech delay atau terlambat bicara. 

Gangguan keterlambatan bicara dan bahasa memang bisa disebabkan oleh genetik, seperti down syndrome dan autis.

Tetapi, akibat pandemi yang melanda Indonesia tahun 2020,  banyaknya orang tua yang menerapkan electronik parenting alias pola asuh berbasis elektronik.

"Efeknya, anak hanya mendapatkan komunikasi satu arah dan sosialisasi yang kurang dengan orang sekitarnya. Alhasil berdampak pada perkembangan Bahasa dan bicaranya," jelasnya.

“Kasus speech delay ternyata semakin meningkat akibat pandemi. Karena adanya parenting gadget. Orang tua banyak mengajarkan anak lewat gadget,” ujar dr. Ajeng

dr. Ajeng menambahkan bahwa  penting sekali lingkungan sekitar anak mendukung tumbuh kembangnya, yang paling utamanya dari orang tua. Sebab, faktor lingkunganlah yang memberikan dampak terhadap stimulasi, pola asuh dan nutrisi.

“Kurangnya stimulasi bicara bukan hanya masalah genetik. Tapi adanya pengaruh dari lingkungan keluarga. Termasuk kekurangan nutrisi dan pengetahuan orang tua yang minim," kata dr.Ajeng.

"Keterbatasan inilah yang masih banyak dialami oleh masyarakat Indonesia sehingga kasus speech delay meningkat,” imbuhnya

Faktor lainnya dalam menunjang perkembangan bahasa dan bicara anak ialah nutrisi. Salah satunya kebutuhan protein dan zat besi yang berpengaruh terhadap kecerdasan otak anak. 

“Nutrisi juga sangat penting. Dengan kearifan dan keberagaman pangan di Indonesia. orang tua gak perlu mematok protein hanya dari ikan salmon saja," ucapnya.

"Tapi bisa dengan ikan tongkol, kembung, dan belut atau ikan sidat. Bahkan dalam olahan tepung ikan sidat mengandung protein tinggi dan zat besi. Ikan sidat ini lah yang bisa menunjang Kesehatan dan kecerdasan otak anak," imbuh dr.Ajeng.

Pada webinar ini juga diadakan kelas terapis bahasa dan bicara bersama Khairy Anuar Moch Khairuddin yang merupakan Speech Pathology Program dari Universitas Sains Malaysia.

Webinar Internasional Terapis wicara merupakan bagian dari rangkaian acara sebelum acara puncak Musyawarah Nasional (Mennas) V IKATWI. 

Mengingat masih minimnya SDM di bidang terapis wicara Indonesia, Generos sebagai suplemen anak sangat mendukung  penyediaan dan pembinaan terapis wicara.

Sebab, peran terapis wicara merupakan peran penting dalam kebutuhan bahasa dan bicara untuk anak-anak maupun dewasa. Maka, semua pihak harus saling bekerja sama satu dengan lainnya. (Nik/OL-09)

Baca Juga

MI/Amir MR

USK Launching Serum Anti Aging Elgeena

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Rabu 30 November 2022, 15:30 WIB
Rektor USK Marwan, mengatakan, produk antiaging ini merupakan hasil kolaborasi riset dan bisnis dengan mitra USK yaitu PT....
Ist

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Melepas 2.129 Peserta Wisudawan 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 15:02 WIB
UMJ melepas 2.129 wisudawan pada gelaran Wisuda Program Doktor ke-7, Program Magister ke-45, Program Sarjana ke-76, Spesialis ke-2 dan...
Ist

Kurang dari Seminggu Realisasi Penyaluran BLT BBM, PKH, BPNT Lebih dari 60%

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 14:51 WIB
PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan BLT BBM tahap 2, PKH, dan BPNT (bansos sembako) mulai November...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya