Selasa 15 November 2022, 18:46 WIB

Akreditasi Program Studi Kunci Bersaing Perguruan Tinggi Secara Global

mediaindonesia.com | Humaniora
Akreditasi Program Studi Kunci Bersaing Perguruan Tinggi Secara Global

Ist
Universitas Pancasila (UP) menggelar sosialisasi instrumen Akreditasi Program Studi (APS) Lamemba di Jakarta, Selasa (15/11).

 

UNIVERSITAS Pancasila (UP) menggelar sosialisasi instrumen Akreditasi Program Studi (APS) Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UP, Jakarta, Selasa (15/11).

Dalam sosialisasi instrumen APS Lamemba yang dibuka Rektor UP Prof Dr Edie Toet Hendratno SH MSi FCBArb tersebut antara lain dihadiri Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta Inarno Djajadi sebagai keynote speech.

Selain itu, hadir pula Ketua Dewan Eksekutif Lamemba Prof Ina Primiana, anggota Dewan Eksekutif Lamemba Dr Ahyar Yuniawan, anggota Dewan Eksekutif Lamemba Prof Ria Mardiana Yusuf, serta Wakil Rektor Bidang Akademik UP Prof Dr Sri Widyastuti SE MM MSi.

Anggota Dewan Eksekutif Lamemba Ahyar Yuniawan mengatakan sosialisasi kali ini untuk meningkatkan pemahaman teori para pengelola program studi mengenai tuntutan dan hal-hal lain dalam instrumen APS Lamemba.

"Harapannya, kelak pengelola program studi bisa menyampaikan dokumen evaluasi diri dan kinerja program studi sesuai yang dibutuhkan dalam instrumen APS Lamemba," jelasnya.

Dengan begitu, lanjut dia, ketika pengelola program studi mengajukan proses akreditasi suatu program studi bisa berjalan dengan lancar dan baik.

Ahyar mengakui selama ini tidak ada hambatan dalam proses APS Lamemba suatu perguruan tinggi.

"Yang ada, hanya butuh pemahaman lebih baik. Hal ini bisa diatasi dengan sosialisasi instrumen APS Lamemba secara langsung di hadapan para pengelola program studi," tuturnya. 

Baca juga: Mendikbudristek: Pertama Kali Indonesia Jadi Inovator Pendidikan Tinggi

Mengenai instrumen APS Lamemba, sejauh ini memiliki masa berlaku 5 tahun. "Nantinya, sepanjang belum ada kebijakan resmi dari pemerintah untuk menyesuaikan, instrumen tidak berubah," katanya.

"Namun, jika ada tuntutan industri berubah, mungkin juga instrumen berubah. Jadi, tidak harus selalu mengikuti tuntutan pemerintah, tapi juga mengikuti perkembangan industri," terang Ahyar.

Wakil Rektor Bidang Akademik UP Sri Widyastuti menambahkan sosialisasi instrumen APS Lamemba sangat penting.

"Apalagi, program studi-program studi sudah difasilitasi Lamemba melalui klinik yang setiap dua minggu sekali bisa menanyakan sesuatu hal terkait evaluasi diri dan kendala, sehingga ada komunikasi langsung antara program studi dengan Lamemba," ujar Sri.

"Jadi, kesulitan apapun langsung diberikan penjelasan tentang instrumen Lamemba yang baru dengan pemahaman utuh kepada pengelola program studi di setiap perguruan tinggi," jelasnya.

Sehingga, perguruan tinggi merasa terbantu. "Jadi, tak perlu khawatir. Apalagi program studi juga memiliki perkembangan sesuai dengan Renstra (rencana strategis) masing-masing perguruan tinggi," tutunya.

"Pasti ada tahapan-tahapan pengembangan dan tuntutan masyarakat pun makin lebih baik dan berkelas nasional dan internasional. Itu pula yang memang sebenarnya dikehendaki perguruan tinggi untuk menuju level global. Jangan kalah bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di luar negeri," terang Sri. 

Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta Halim mengatakan pihaknya sangat mendukung program sosialisasi instrumen APS Lamemba. Pasalnya, masih banyak perguruan tinggi yang belum memahami instrumen APS Lamemba.

"Apalagi instrumen APS Lamemba ini baru dari 7 standar jadi 9 standar. Jadi, perlu terus menerus dilakukan sosialisasi agar tumbuh pemahaman bagus sehingga dalam penyusunan proses akreditasi semakin baik, dan target memperoleh peringkat akreditasi lebih baik bisa tercapai. Itu sebabnya, ISEI ingin berkontribusi membantu pemerintah dalam rangka menyosialisasikan instrumen APS Lamemba," tutur Halim. RO/OL-09)

Baca Juga

MI/FURQON ULYA HIMAWAN

Jaga Kelestarian Anggrek Hutan Merapi, Puluhan Mahasiswa Yogyakarta Lakukan Konservasi

👤Furqon Ulya Himawan 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:20 WIB
Kampanye konservasi anggrek dilakukan dengan cara mengembalikan berbagai jenis anggrek khas Merapi ke dalam...
HO

Menumbuhkan Kepedulian Melalui Festival Warga Bantu Warga

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:05 WIB
KEPEDULIAN dan solidaritas antarsesama sangat diperlukan diperlukan di saat banyak orang tertimpa musibah, bencana dan kondisi yang kurang...
Ist

KAMPAK Dukung Upaya Hukum Mahasiswa Apoteker Cari Keadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:19 WIB
KFN menyalahi tugasnya dengan membentuk Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) sebagai lembaga yang menentukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya