Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA bulan terakhir, Partini merasakan berat badannya turun meskipun ia tidak sedang diet. Sebaliknya, nafsu makannya jsutru bertambah. Ia juga mengaku sulit tidur serta mudah lelah. Yang membuat ia khawatir, jantungnya kerap berdebar-debar. Ketika akhirnya menemukan benjolan pada pangkal leher, ia memutuskan ke dokter. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia didignosis hipertiroid.
Tiroid adalah kelenjar hormon berbentuk kupu-kupu yang terletak di depan leher. Organ ini sangat vital karena menghasilkan hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh. Gangguan pada kelenjar hormon ini dpat menggangu metabolisme tubuh.
"Namun dokter akan pastikan dulu apakah itu memang benar tiroid atau bukan kalau benjolan di leher. Jika benar maka kita tentukan karena anatomi atau produksi hormonnya. Dua hal itu bisa berdiri sendiri atau dua-duanya Itu bisa berdiri sendiri tapi bisa dua-duanya," kata Dokter Spesialis Bedah Onkologi Dr. dr. Wijayanti S, SpB (K) Onk dalam talkshow Terapi Pada Benjolan Tiroid secara daring, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Neuropati
Jika yang bermasalah produksi hormon, kemungknan tidak perlu pembedahan, cukup dengan medikamentosa/perawatan. Namun jika masalah terjadi karena anatominya maka membuthkan tindakan pembedahan. Karena posisi tiroid di depan leher maka setiap orang bisa memeriksanya sendiri dengan cara berdiri di depan cermin kemudian mencoba menelan dan apakah ada benjolan yang ikut gerekan menelan itu.
Jika itu ikut menelan maka tiroid kita membesar. Namun memang tiroid yang besar belum tentu suatu kelainan jika leher sedikit ditekan terasa sakit maka segera memeriksakan diri ke dokter.
Jika leher membengkak secara tidak wajar besar kemungkinan adanya gangguan tiroid yang sering dikenal dengan 'gondok. Hal ini terjadi akibat dari kekurangan yodium atau peradangan pada kelenjar tiroid sehingga perlu pemeriksaan dokter dengan segera.
Dokter akan melakukan skrinning terlebih dahulu untuk mengetahui bentuk dan tiroidnya apakah membesar atau tidak. Kemudian ada langkah selanjutnya apakah USG atau cek laboratorium. Jika ada indikasi diagnostik yang lebih maka pasien dirujuk ke dokter bagian bedah dan akan melihat lebih dalam untuk langkah selanjutnya apakah butuh pembedahan atau cukup pada perawatan.
"Jika terlihat modul solid maka ini termasuk lebih ke anatominya bukan karena metabolisme. Kalau seperti itu kita perlu lihat melalui USG, tapi untuk lebih bagus dengan pemeriksaan sidik kelenjar tiroid lebih kelihatan itu ganas atau enggak," ujarnya.
Baca juga: Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Kini Miliki Layanan Transplantasi
Di kesempatan yang sama Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dr. Patricia Marina, SpKN, FANMB menjelaskan pasien yang datang ke dokter spesialis kedokteran nuklir biasanya adalah pasien dengan hipertiroid. Pemeriksaan yang dilakukan adalah sidik kelenjar tiroid yang menggunakan radioaktif dengan Technisium 99 m (Tc-99).
"Kita lakukan sidik tiroid lalu kita lihat fungsinya, radioaktif itu apakah menangkap nodul (benjolan) atau tidak untuk melihat fungsinya fungsi dari nodul itu," ujar dr Patricia.
Jika tidak menangkap nodul aktif maka dinamakan nodul dingin yang berpotensi 20% menuju keganasan. Pada kasus ini pasien akan dirujuk kembali ke dokter bagian bedah untuk dilakukan tindakan.
"Tetapi kalau misalkan nodul yang tertangkap adalah nodul panas atau aktivitasnya tinggi biasanya kita bisa lakukan dengan ablasi tiroid radioaktif iodium 131 (RAI)," ujarnya.
Ablasi tiroid bertujuan menyusutkan hingga menghilangkan nodul pada tiroid yang menunjukkan sifat keganasan untuk mencegah kanker tiroid.
Ablasi bisa dilakukan pada kasus hipertiroid dengan catatan pasien, rutin melakukan perawatan dari 12-18 bulan, dilakukan cek laboratorium dan masih dilakukan medikamentosa.Ja masih tinggi bisa alternatif ablasi tiroid radioaktif iodium 131 (RAI). (H-3)
Penuaan pada manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Masalah ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak, dengan manifestasi klinis mulai dari jerawat persisten hingga gangguan kesuburan.
Pemeriksaan hormon rutin, yang umumnya menggunakan metode imunologi, kurang sensitif untuk membaca hormon dalam kadar yang sangat kecil, terutama pada perempuan dan anak-anak.
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved