Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Memahami Kaitan Metabolisme dan Hormon: Kunci Baru Menjaga Kesehatan Individu

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 12:06
Memahami Kaitan Metabolisme dan Hormon: Kunci Baru Menjaga Kesehatan Individu
Ilustrasi(Freepik)

KETIDAKSEIMBANGAN hormon steroid, seperti testosteron, estrogen, dan progesteron, kini semakin diwaspadai sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan serius. 

Masalah ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak, dengan manifestasi klinis mulai dari jerawat persisten hingga gangguan kesuburan.

Kondisi seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan penyakit genetik Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) merupakan contoh nyata dampak dari fluktuasi hormon steroid yang tidak terkendali. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa masalah hormonal ini tidak berdiri sendiri.

Peran Krusial Jalur Metabolik

Menurut Prof. Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, respons tubuh terhadap hormon sangat bergantung pada sistem metabolisme seluler. Ia menjelaskan bahwa hormon bekerja dalam sebuah ekosistem yang melibatkan jalur metabolik kompleks seperti glikolisis, siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga metabolisme satu-karbon.

"Dalam praktik klinis, kami melihat bahwa hormon tidak pernah bekerja sendirian. Respons tubuh terhadap hormon sangat dipengaruhi jalur metabolik seperti glikolisis, siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga satu-karbon metabolism," ujar Prof. Noroyono dalam siaran pers Prodia.

Siklus TCA sendiri berperan sebagai mesin energi utama tubuh. Ketika jalur ini terganggu, produksi energi sel akan menurun, yang secara otomatis mengubah cara tubuh memproduksi atau merespons hormon steroid. 

"Perubahan kecil pada metabolit ini dapat mengubah cara tubuh memproduksi ataupun merespons hormon steroid. Dengan mengetahui itu semua kita bisa mengetahui kondisi wellness seseorang," tambahnya.

Inovasi Deteksi dengan Mass Spectrometry

Salah satu tantangan besar dalam menangani gangguan hormonal di Indonesia adalah metode pemeriksaan. Selama ini, pemeriksaan rutin umumnya menggunakan metode imunologi. 

Meski efektif untuk mengukur hormon berkadar tinggi, metode ini dinilai kurang sensitif untuk mendeteksi hormon dalam kadar sangat rendah, seperti hormon androgen pada perempuan dan anak-anak.

Sebagai solusi, teknologi Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC–MS/MS) kini mulai diandalkan. Teknologi ini mampu mengukur molekul berdasarkan massa dan muatan secara presisi, sehingga dapat membaca kadar hormon terkecil sekalipun. 

Pemeriksaan berbasis LC–MS/MS memungkinkan penilaian yang lebih komprehensif, mencakup metabolit androgen, Rasio Testosteron/DHT, Androsterone, hingga Steroid Hormone Panel.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari pendekatan multiomics untuk memahami kondisi kesehatan secara utuh.

"Teknologi mass spectrometry ini bukan hanya mengenai genomics, akan tetapi multiomics lainnya untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, membantu prediksi dini penyakit serta merancang strategi pengobatan lebih personal yang disesuaikan dengan kondisi unik individu," tutur Dewi.

Melalui integrasi data metabolisme dan hormon yang presisi, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih personal dan akurat di masa depan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya