Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIDAKSEIMBANGAN hormon steroid, seperti testosteron, estrogen, dan progesteron, kini semakin diwaspadai sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan serius.
Masalah ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak, dengan manifestasi klinis mulai dari jerawat persisten hingga gangguan kesuburan.
Kondisi seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan penyakit genetik Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) merupakan contoh nyata dampak dari fluktuasi hormon steroid yang tidak terkendali. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa masalah hormonal ini tidak berdiri sendiri.
Menurut Prof. Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, respons tubuh terhadap hormon sangat bergantung pada sistem metabolisme seluler. Ia menjelaskan bahwa hormon bekerja dalam sebuah ekosistem yang melibatkan jalur metabolik kompleks seperti glikolisis, siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga metabolisme satu-karbon.
"Dalam praktik klinis, kami melihat bahwa hormon tidak pernah bekerja sendirian. Respons tubuh terhadap hormon sangat dipengaruhi jalur metabolik seperti glikolisis, siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga satu-karbon metabolism," ujar Prof. Noroyono dalam siaran pers Prodia.
Siklus TCA sendiri berperan sebagai mesin energi utama tubuh. Ketika jalur ini terganggu, produksi energi sel akan menurun, yang secara otomatis mengubah cara tubuh memproduksi atau merespons hormon steroid.
"Perubahan kecil pada metabolit ini dapat mengubah cara tubuh memproduksi ataupun merespons hormon steroid. Dengan mengetahui itu semua kita bisa mengetahui kondisi wellness seseorang," tambahnya.
Salah satu tantangan besar dalam menangani gangguan hormonal di Indonesia adalah metode pemeriksaan. Selama ini, pemeriksaan rutin umumnya menggunakan metode imunologi.
Meski efektif untuk mengukur hormon berkadar tinggi, metode ini dinilai kurang sensitif untuk mendeteksi hormon dalam kadar sangat rendah, seperti hormon androgen pada perempuan dan anak-anak.
Sebagai solusi, teknologi Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC–MS/MS) kini mulai diandalkan. Teknologi ini mampu mengukur molekul berdasarkan massa dan muatan secara presisi, sehingga dapat membaca kadar hormon terkecil sekalipun.
Pemeriksaan berbasis LC–MS/MS memungkinkan penilaian yang lebih komprehensif, mencakup metabolit androgen, Rasio Testosteron/DHT, Androsterone, hingga Steroid Hormone Panel.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari pendekatan multiomics untuk memahami kondisi kesehatan secara utuh.
"Teknologi mass spectrometry ini bukan hanya mengenai genomics, akan tetapi multiomics lainnya untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, membantu prediksi dini penyakit serta merancang strategi pengobatan lebih personal yang disesuaikan dengan kondisi unik individu," tutur Dewi.
Melalui integrasi data metabolisme dan hormon yang presisi, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih personal dan akurat di masa depan. (Ant/Z-1)
Penuaan pada manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Pemeriksaan hormon rutin, yang umumnya menggunakan metode imunologi, kurang sensitif untuk membaca hormon dalam kadar yang sangat kecil, terutama pada perempuan dan anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved