Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 100 orang perempuan dari organisasi Sarinah Projo bersama ribuan perempuan menggunakan kebaya mengikuti Parade Budaya Nusantara di kawasan Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa Parade Budaya Nusantara oleh komunitas terbanyak di seluruh Indonesia.
Kordinator Lapangan Sarinah Projo Hartini mengatakan dalam parade Budaya Nusantara ini 100 orang perempuan Sarinah Projo menggunakan kebaya Encim dan Kutu Baru dipadu dengan berbagai corak kain.
"Kegiatan ini sangat positif, menjaga kecintaan pada budaya leluhur dengan berkebaya dan berkain, " ucapnya dalam keterangan, Kamis (10/11) .
Ketua Sarinah Projo. Cahaya Sinaga, menilai, acara Parade Budaya Nusantara ini adalah upaya baik melestarikan budaya nasional untuk menjaga dan membangunan nasionalisme yang kemudian mencegah terorisme di Tanah Air.
"Sebagai salah satu unsur dari Ormas Projo kami (Sarinah Projo) ikut menjaga nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat sehingga menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi," papar Cahaya.
Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli menjelaskan, kegiatan Parade Budaya Nusantara diselenggarakan karena dapat memperkuat budaya Indonesia.
Boy Rafli meyakini, Parade Nusantara dapat mempersempit ruang gerak ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Lebih lanjut, kata Boy, kegiatan ini membuktikan bahwa simbol daerah dari Sabang sampai Merauke ini merupakan satu kesatuan.
Untuk itu, ia mewanti-wanti orang-orang tidak bertanggung jawab yang intoleran tidak mencoba merusak kebudayaan Indonesia.
"Kepada pihak-pihak lain yang mencoba melakukan trans budaya, yang tidak berkepribadian Indonesia untuk tidak mempengaruhi. Apalagi anak bangsa kita dengan hal-hal yang buruk," tutupnya. (RO/OL-09)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
ADA yang menarik dari teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai gerakan nasionalisme paling awal dan nyata
KETUA Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis. Generasi muda harus siap berkorban untuk negara.
Nama “Bones” yang berarti tulang diangkat sebagai simbol kerangka nilai kebangsaan, fondasi yang menyatukan masyarakat Indonesia.
Sehingga film apapun yang dimunculkan ke publik yang mengangkat isu nasionalisme, termasuk film animasi viral yang akan tayang di bioskop pada 17 Agustus ini.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang dalam beberapa program pembangunan telah menempatkan nasionalisme sekaligus mencintai produk lokal Bali.
Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved