Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

13 Negara Hadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy 2025 di Kupang

Palce Amalo
11/11/2025 12:48
13 Negara Hadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy 2025 di Kupang
Menteri Kebudayaan Fadli Zon tiba ersama sejumlah delegasi yang akan menghadiri Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (11/11/2025)(MI/Palce Amalo)

SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025. Acara Indonesia Pacific Cultural Synergy ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi budaya dan membangun solidaritas antarmasyarakat Pasifik. Melalui seni, musik, dan tari, kegiatan ini diharapkan memperkuat semangat persaudaraan serta memperluas jejaring kerja sama di kawasan Pasifik Selatan.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai diskusi dan program Residensi Budaya Asia Pasifik, yang menghadirkan para seniman dari tiga bidang utama: kerajinan bambu, musik tradisional, dan tari tradisional.

Melalui program ini, para peserta berbagi keterampilan, menampilkan karya seni khas negaranya, serta berkolaborasi menciptakan karya lintas budaya.

Negara-negara yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yakni Indonesia sebagai ketua, Fiji, Kiribati, Marshall Island, Nauru, Kaledonia Baru, Palau, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, dan Timor Leste. Para delegasi menghadirkan seniman, perajin tradisional, serta perwakilan kementerian budaya dan ekonomi kreatif dari masing-masing negara.

Direktur Jenderal Diplomasi dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Endah T.D. Retnoastuti, mengatakan IPACS merupakan inisiatif Indonesia untuk mempererat kerja sama budaya, ekonomi kreatif, dan hubungan antarbangsa dengan negara-negara Pasifik.

“Negara-negara Pasifik memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Indonesia, terutama provinsi-provinsi di kawasan timur seperti NTT, Maluku, dan Papua. Karena itu, Kupang dipilih sebagai tuan rumah agar jembatan persahabatan dan kolaborasi antarnegara bisa terjalin lebih erat,” ujar Endah.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya dan kolaborasi lintas bidang, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan bambu, musik dan tari etnik, hingga forum diskusi kebudayaan dan lingkungan.

Mengusung tema Cultural Solidarity for a Sustainable Pacific (Solidaritas Budaya untuk Pasifik Berkelanjutan), IPACS 2025 diharapkan memperkuat solidaritas dan membuka peluang kolaborasi antarbangsa dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan keberlanjutan budaya.

Menurut Endah, dengan kehadiran 13 negara di Kupang, NTT menegaskan posisinya sebagai panggung strategis diplomasi budaya Indonesia di Pasifik, sekaligus bukti kesiapan daerah ini menjadi tuan rumah ajang internasional yang berkelas.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik kehadiran para delegasi dari 13 negara tersebut dan menilai IPACS 2025 menjadi momentum strategis bagi NTT sebagai gerbang budaya dan diplomasi Indonesia menuju Pasifik.

“Kami bangga karena NTT dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan internasional sebesar ini. Ini bukti bahwa NTT tidak hanya kaya budaya, tetapi juga memiliki posisi penting dalam jejaring kerja sama kawasan Pasifik,” kata Melki Laka Lena.

Ia menambahkan, kegiatan ini membuka peluang investasi dan kolaborasi lintas sektor, terutama di bidang ekonomi kreatif, pariwisata, dan pendidikan budaya.

“Melalui IPACS, kita tidak hanya menampilkan kebudayaan NTT, tetapi juga membuka ruang bagi kerja sama ekonomi dan sosial yang berkelanjutan antarnegara,” ujarnya. (PO/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik