Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKLON Tropis NALGAE terpantau di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dan tekanan udara minimum 994 milibar yang bergerak ke arah barat barat laut.
Sistem ini membentuk daerah peningkatan kecepatan angin (low level jet) hingga lebih dari 25 knot yang terpantau memanjang dari perairan timur Filipina bagian utara hingga Samudra Pasifik timur Filipina dan dari perairan Kep. Sangihe-Talaud hingga Laut Filipina bagian timur.
Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengatakan bahwa intensitas sistem tersebut akan menguat dan memiliki potensi tumbuh menjadi siklon tropis.
"Sistem ini diprakirakan akan menguat intensitasnya dalam 24 jam ke depan. Sistem ini memiliki potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori tinggi. Sistem ini membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Samudra Pasifik utara Papua," terang Miming dikutip pada Sabtu (29/10).
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis/bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet tersebut," lanjutnya.
Kemudian miming memaparkan provinsi-provinsi di Indonesia yang diprakirakan berpotensi terjadinya hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada besok, Minggu 30 Oktober.
"Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepualauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua," jelas Miming.
Sedangkan untuk wilayah yang diprakirakan berpotensi terjadi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang ada di provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Untuk wilayah provinsi Banten, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat diprakirakan berpotensi terjadi angin kencang. (OL-4)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
BERDASARKAN prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 26 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi di 18 daerah dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved