Kamis 20 Oktober 2022, 11:45 WIB

Dua Jenis Pangan Hewani Wajib Ada dalam Sehari untuk Atasi Stunting

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dua Jenis Pangan Hewani Wajib Ada dalam Sehari untuk Atasi Stunting

Freepik
Ilustrasi

 

GURU Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ali Khomsan mengimbau agar dalam satu hari harus ada dua jenis pangan hewani pada menu makan untuk memperbaiki kondisi stunting.

"Terserah mau telur sama ikan boleh, telur sama daging, telur sama ayam silakan. Tapi untuk mengejar pertumbuhan anak stunting, kita anjurkan paling tidak di dalam menu itu ada jenis pangan hewani," ujar Prof Ali saat berbincang usai peluncuran Dapur Sehat Atasi Stunting di Karawang, Jawa Barat, Rabu (19/10).

Lebih lanjut, Prof Ali mengatakan anak-anak yang mengalami stunting rata-rata kekurangan protein. Oleh karena itu, perkembangan tubuhnya berhenti, salah satu yang dapat terlihat adalah tidak bertambah tinggi.

Baca juga: Tekan Stunting, Ketua TP PKK Papua Barat Sosialisasikan Makan Ikan di Bintuni

Selain pemberian dua jenis pangan hewani, melengkapi dengan nasi, sayur, dan lauk lainnya juga tetap dianjurkan.

Menurut Prof Ali, pemberian dua jenis pangan hewani ini setidaknya dilakukan selama enam bulan untuk memperbaiki stunting.

Prof Ali juga menyoroti seputar masalah pangan lokal yang disebut dapat memperbaiki kondisi stunting. 

Menurutnya, pemilihan komposisi makanan adalah yang paling penting, termasuk menyertakan dua jenis pangan hewani.

"Itu harus diluruskan karena jangan sampai ini seolah-olah menjadi magic untuk bisa mengatasi stunting dan sebagainya," kata Prof Ali.

"Karena stunting itu sebenarnya bagaimana asupan makanan yang beragam, bergizi seimbang dan cukup jumlahnya mengandung kandungan protein hewani," lanjutnya.

Sementara itu, kondisi stunting masih dapat diperbaiki hingga anak berusia 18 tahun. Akan tetapi, semakin dini usia perbaikan maka hasilnya akan semakin bagus bagi perkembangan sumber daya manusia.

"Tetapi, karena kita konsen terhadap mutu kualitas sumber daya manusia dengan perkembangan kognitif, maka perbaikan itu harus dilakukan di bawah 2 tahun sangat ideal, di bawah 5 tahun itu masih bisa," pungkas Prof Ali. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK UNESA

Gandeng Tiga Kampus Korsel, Unesa Selangkah lebih Maju jadi Universitas Kelas Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Juni 2023, 12:46 WIB
Prof Azizah mengatakan bahwa kerja sama dengan Saekyung University meliputi pengembangan dan penguatan akademik dan pendidikan bagi kedua...
MI/Widjajadi

Keberangkatan 8 Ribu Jemaah Haji Tambahan Tinggal Tunggu Keppres

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 06 Juni 2023, 12:04 WIB
Kementerian Agama menyatakan eksekusi penyaluran 8 ribu kuota jemaah haji tambahan tinggal menunggu terbitnya Keputusan Presiden. Itu...
Antara

Polusi Udara di Jakarta Masih Berbahaya bagi Kesehatan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 06 Juni 2023, 11:30 WIB
Kondisi polusi udara di Jakarta beberapa hari terakhir berdampak buruk bagi kesehatan manusia, terutama organ...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya