Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerima laporan dari 14 IDAI cabang terkait 131 kasus gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI) yang misterius.
"Tentu saja ini menimbulkan kewaspadaan untuk kita semua, karena kasus ginjal akut ini sebabnya juga mirip dengan hepatitis akut. Puncaknya juga tampaknya pada September lalu dan Oktober ini relatif menurun," ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam konferensi pers, Selasa (11/10).
Awalnya, IDAI menduga kondisi itu terkait dengan SARS-CoV-2. Namun, berdasarkan diskusi dan analisis, ada juga kasus yang muncul dengan status negatif covid-19. Dalam hal ini, terkait anak yang mengalami kasus ginjal akut.
Baca juga: Masyarakat Diminta Waspadai Penyakit Menular Saat Musim Hujan
"Kami memang sejak awal kasus terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kami melakukan investigasi dan membuat panduan kepada dokter anak, apa saja yang perlu dilakukan," imbuhnya.
Pihaknya menyarankan orang tua untuk melakukan monitoring terhadap urin anak ketika di rumah. Urin anak dikatakan normal jika berat anak 10 kg, maka sekitar 10cc/kg/jam. Lalu, dalam satu hari, sekitar 240 cc atau satu botol air minum.
Baca juga: Ketahui Dampak KDRT pada Anak
Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati menyebut ada beberapa kasus gagal ginjal akut yang sudah pulih. "Beberapa pasien yang sudah pulih dengan kondisi ginjal pulih sempurna. Ada juga yang masih dilakukan cuci darah," jelas Eka.
Apabila muncul gejala batuk, pilek, muntah dan tidak buang air kecil, sebaiknya anak segera dibawa ke rumah sakit. Anak disarankan mendapat terapi obat dan dipantau. Jika tidak berhasil, perlu dilakukan cuci darah.
"Hingga kini, belum ada pasien yang masuk pada periode kronis, karena kasusnya baru muncul. Sementara pada periode Juli, semua pasien pulih sempurna. Tidak ada yang memerlukan cuci darah berkelanjutan," tutupnya.(OL-11)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
IDAI mengingatkan bahaya media sosial bagi anak, mulai dari adiksi hingga cyberbullying. Orangtua diminta aktif mendampingi penggunaan digital.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
IDAI rilis panduan mudik aman bersama anak. Simak tips imunisasi, protokol kesehatan, perlengkapan wajib, hingga aturan car seat sesuai usia.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved