Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI dari Susanna Angraini sulit menemukan pembalut yang cocok untuk kulit mereka yang sensitif. Setelah melakukan berbagai riset, CEO dan Founder Yoona Digital Indonesia tersebut menemukan bahwa permasalahan ini ternyata dirasakan oleh banyak wanita.
"Hanya, mereka merasa tabu untuk membicarakannya. Untuk menjawab permasalahan iritasi dan ruam akibat penggunaan pembalut yang tidak tepat, kami meluncurkan pembalut organik yang bebas pemutih, pewangi, dan bahan-bahan kimia yang sangat dibutuhkan oleh seluruh wanita di Indonesia," ujar Susanna dalam keterangan tertulis, Senin (10/10).
Perusahaan female technology (femtech) berbasis di Indonesia itu meluncurkan varian pembalut organik terbarunya, All Night pads 36 cm. Varian ini melengkapi tiga produk terdahulunya, pantyliners, day pads 24,5 cm, dan night pads 29 cm. Seluruh produk pembalut tersebut menggunakan bahan 100% organik yang bebas bahan kimia, sehingga menjamin kenyamanan dan kesehatan wanita di tengah masa menstruasi.
Mengusung konsep female wellness di Indonesia, Yoona hadir dengan teknologi ion negatif anion strip sebagai antibakteri yang membantu area kewanitaan terbebas dari rasa gatal dan bau yang menyengat. Produk pembalut Yoona juga dilengkapi dengan bahan perekat berbahan food-grade yang aman bagi area kewanitaan.
Menurut penelitian Bank Dunia, Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun dan 4,9 juta ton sampah plastik tidak ditangani dengan baik. Bahkan, berbagai sumber mengungkapkan bahwa pembalut berbahan plastik umumnya membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai sehingga membawa pengaruh besar terhadap kerusakan lingkungan.
Karena itu, pembalut Yoona menggunakan bahan 100% katun organik Jerman dan Jepang berkualitas tinggi yang ekstratipis dan berdaya serap tinggi. Hasilnya, seluruh produknya dapat terurai dalam 6-12 bulan, sehingga berkontribusi terhadap lingkungan berkelanjutan. Berbagai sertifikasi di bidang kesehatan dan sustainability juga telah diraih Yoona, di antaranya sertifikasi dan izin edar AKL dari Kementerian Kesehatan, Halal Certification dari New York, FDA Approved, dan Organic Certification dari ECOCERT.
Terobosan lain, merek pembalut itu menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia menerapkan metode berlangganan. Dengan memilih berlangganan saat belanja di situs yoona.id, setiap bulan pelanggan dapat menerima sepaket produk Yoona yang dikirim langsung ke rumah sesuai dengan tanggal pilihan atau jadwal menstruasinya.
Yoona juga terus berkomitmen untuk menginspirasi wanita melalui kampanye #NeverSettleForLess. "Salah satu permasalahan utama di Indonesia ialah wanita cenderung menormalkan rasa tidak nyaman saat menstruasi, seperti nyeri ataupun gatal di area kewanitaan yang dianggap sebagai suatu hal yang lumrah. Bekerja sama dengan berbagai ahli kesehatan, komunitas, dan influencers, lewat tagline #NeverSettleForLess, kami terus menggalakkan berbagai program edukasi agar seluruh wanita berani memperjuangkan nilai-nilai, kesehatan, dan kenyamanannya untuk hidup yang lebih baik," tambah Susanna. (OL-14)
Kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah ini menggandeng Waste4Change untuk melakukan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Jikaa dihitung secara kasar sejak tahun 2018 hingga tahun 2023, kerugian yang disebabkan oleh masalah pencemaran sampah plastik di laut Indonesia diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun.
Sampah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat di Indonesia juga bisa masuk ke Samudera Hindia hingga ke Madagaskar.
Warga akan diedukasi modul Plastic, Sustainability & You Education (PSYE) untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan plastik berkelanjutan dan pengelolaan limbah yang efektif.
Target pemerintah Indonesia dalam menurunkan kebocoran sampah plastik dari aktivitas masyarakat sebesar 70 persen pada 2025.
BRIN terus melakukan penelitian dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mendeteksi jenis sampah plastik. Termasuk, melibatkan akademisi dari berbagai multidisiplin ilmu.
PENDEKATAN pengelolaan limbah berbasis Product Life Cycle (PLC) kini menjadi strategi kunci bagi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia menjadi fokus Blue Generation untuk menghadirkan solusi inovatif yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah.
Sistem ini bekerja menggunakan panas ekstrem hingga 2.000°C berbasis teknologi plasma, sehingga limbah tidak menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.
Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.
MCCI memperkuat komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan ramah lingkungan. Hal itu tercermin melalui penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu.
Pemkab Tangerang menutup dan menyegel sebanyak 81 lokasi lapak limbah tanpa izin/ilegal yang ada di wilayah Sindang Jaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved