Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Limbah Besi di Dasar Laut Ternyata Bisa jadi Rumah Bagi Ikan, Ini Penjelasannya

Abi Rama
15/11/2025 10:30
Limbah Besi di Dasar Laut Ternyata Bisa jadi Rumah Bagi Ikan, Ini Penjelasannya
Ikan hidup di tengah reruntuhan SS City of Washington, kapal pengangkut penumpang dan kargo yang tenggelam di sebelah timur Key Largo, Florida, AS pada 1917.(Dok NOAA)

LIMBAH besi, yang selama ini dianggap sebagai ancaman, ternyata punya dampak lain bagi ekosistem dasar laut. Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam, seperti dari kapal karam, rangka mobil tua, hingga gerbong kereta bawah tanah, justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.

Fenomena ini terungkap dari berbagai penelitian, seperti yang dikutip dari laman Ocean yang menunjukkan bahwa struktur keras buatan manusia dapat meniru fungsi alami terumbu karang. 

Begitu sebuah benda berbahan besi atau logam jatuh ke dasar laut, arus, mikroorganisme, dan ikan kecil akan segera merespons keberadaannya. 

Permukaan dari besi bisa menjadi tempat ideal bagi alga, spons, hingga karang untuk menempel dan tumbuh. Dalam hitungan minggu hingga bulan, wilayah tersebut berubah menjadi ekosistem baru.

Menurut para peneliti dari NOAA, proses ini dimulai sangat cepat. Begitu benda itu tenggelam, kawanan ikan kecil seperti sarden langsung berdatangan mencari perlindungan. 

Kehadiran ikan kecil ini kemudian memancing predator yang lebih besar seperti barakuda dan hiu, membentuk rantai makanan baru. Lubang-lubang gelap pada bangunan logam menjadi tempat tinggal favorit bagi belut dan kerapu, sementara bagian permukaan yang menonjol menciptakan arus kecil yang membawa plankton yang menjadi sumber makanan utama di lautan.

Beberapa contoh fenomena menarik bisa terlihat di perairan Amerika, tempat lebih dari 2.500 gerbong subway atau kereta bawah tanah di New York yang sudah tidak terpakai sengaja ditenggelamkan untuk membentuk terumbu buatan. 

Dalam waktu singkat, rangka logam yang kosong itu dipenuhi ikan kakap merah, ikan kupu-kupu, hingga karang keras yang menutupi permukaannya.

Namun, di balik manfaatnya, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua limbah besi aman untuk dibiarkan di laut. Kapal karam yang tenggelam secara alami, misalnya, sering masih membawa cat beracun, asbestos, hingga serpihan logam yang dapat mencemari perairan. 

Ada pula kasus di Palmyra Atoll, selatan Hawaii, di mana zat besi yang larut dari kapal karam memicu pertumbuhan berlebihan spesies anemon tertentu dan merusak keseimbangan ekosistem setempat. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik