Minggu 02 Oktober 2022, 10:30 WIB

Persiapan Indonesia Emas 2045, Guru Madrasah Diharapkan Berani Berinovasi

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Persiapan Indonesia Emas 2045, Guru Madrasah Diharapkan Berani Berinovasi

MI/Susanto
SEMAKIN DIMINATI: Lembaga-lembaga pendidikan Islam semakin diminati karena meningkatnya kualitas pendidikannya.

 

UNTUK mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, madrasah perlu menyiapkan siswa-siswinya menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing global. Untuk mewujudkan hal tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan diperlukan guru-guru yang berani melakukan inovasi dan perubahan.

"Anak-anak sekarang itu sudah pada melek internet. Mereka bisa lebih cepat dapat informasi daripada kita. Mereka bisa tahu lebih dulu daripada kita. Lah, kalau kita enggak melakukan perubahan-perubahan, kita pasti tertinggal," kata Zainut dalam keterangannya, Minggu (2/10).

"Syaratnya adalah kita harus berani keluar dari zona nyaman. Karena orang kalau sudah merasa nyaman, biasanya dia akan malas melakukan perubahan-perubahan, malas berinovasi," tambahnya.

Guru madrasah harus memiliki growth mindset, yaitu cara pandang yang selalu ingin tumbuh, berkembang dan mencari solusi. "Kita berharap ke depan guru-guru kita dapat menjadi problem solver dan beradaptasi dalam setiap masalah-masalah yang akan kita hadapi di dunia pendidikan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu guru MAN 2 Pekanbaru, Latif berpendapat bahwa pengembangan kompetensi guru ini sebaiknya diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan guru di madrasah. "Mengembangkan pendidikan harus dengan mengembangkan sumber daya manusianya, dan ini terkait dengan kesejahteraan guru," ungkap Latif.

Kementerian Agama pada tahun ini akan memberikan bantuan kepada lembaga mitra dan lembaga profesi pendidikan Islam atau organisasi pendidikan Islam sebagai upaya peningkatan kompetensi GTK Madrasah Tahun 2022, . Bantuan diberikan secara kompetitif melalui mekanisme seleksi proposal program.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain mengatakan bantuan diberikan untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi GTK Madrasah. Zain mengatakan, peningkatan kualitas GTK Madrasah tidak hanya bisa dilakukan Kementerian Agama. Upaya ini harus dilakukan secara sinergis dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Pendidikan Islam, Organisasi Profesi Pendidikan Islam, Organisasi Kemasyarakatan Islam, Yayasan Pendidikan Islam dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Mereka selama ini ikut berperan strategis dalam memajukan mutu pendidikan, terutama di madrasah.

“Bantuan ini berupa pembiayaan seluruh atau sebagian komponen anggaran untuk fasilitasi dan dukungan kebutuhan operasional dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan mutu madrasah, juga bagi keperluan menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat,” paparnya. Ia berharap bantuan tersebut dipergunakan sebaik-baiknya sesuai juknis yang telah ditetapkan, dan dipergunakan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah.(H-1)

Baca Juga

CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

BKKBN: 400 Ribu Bayi Lahir Stunting Setiap Tahun di Indonesia

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 09 Desember 2022, 13:45 WIB
Penting sekali untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah atau prekonsepsi bagi calon pengantin wanita maupun pria sebagai bentuk...
ANTARA/Eric Ireng

Pemasungan Berdampak Buruk pada Fisik dan Mental

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 09 Desember 2022, 13:00 WIB
Meski sudah ada gerakan bebas pasung, kerap kali ODGJ atau ODMK dipasung karena kurangnya pengetahuan keluarga yang mengurus atau jauhnya...
ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA

Siraman Kaesang, Jokowi Minta Restu Masyarakat

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 09 Desember 2022, 12:19 WIB
Jokowi meminta doa restu dari masyarakat agar prosesi pernikahan Kaesang dapat berjalan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya