Jumat 30 September 2022, 17:49 WIB

Perubahan Iklim Global Makin Bahaya, Ini yang Dibutuhkan

mediaindonesia.com | Humaniora
Perubahan Iklim Global Makin Bahaya, Ini yang Dibutuhkan

dok.medcom.id
Ilustrasi emisi karbon

 

PERUBAHAN iklim global semakin berbahaya. Karena itu, pendekatan yuridiksi untuk menekan bahaya perubahan iklim global harus digencarkan.

"Upaya untuk terus melakukan aksi demi perubahan iklim sangat penting. Selama dekade terakhir, pendekatan yurisdiksi merupakan tonggak yang penting untuk mentransformasi dalam pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang berdampak pada tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Regional Director TFA Southeast Asia, Rizal Algamar, melalui keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Rizal meminta masalah perubahan iklim global tidak diremehkan. Pasalnya, perubahan iklim ini membawa implikasi buruk bagi keberlangsungan hidup manusia.

Perubahan iklim secara global ini juga memicu peningkatan suhu di bumi. Akibatnya, kebakaran hutan, banjir, dan tanah longsor semakin sulit dikendalikan.

Salah satu cara menekan perubahan iklim, yakni menguatkan komitmen Decade of Delivery for Net-Zero Actions pada COP 26. Komitmen itu merupakan pendekatan yuridiksi untuk yang harus digencarkan untuk mencegah bencana semakin tidak terkendali.

Kepala Bappeda Kabupaten Siak Wan Muhammad Yunus mendukung penuh penekanan perubahan iklim secara global. Pihaknya sudah mencoba menekan perubahan iklim dengan bantuan Perda Nomor 4 Tahun 2022.

"Di mana seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Siak perlu mendukung terwujudnya Siak Hijau," ujar Wan.

Pemerintah Kabupaten Siak sudah memaksimalkan upaya inovatif untuk mencegah adanya pemanasan global. Kabupaten Siak harus ramah lingkungan.

"Bekerja sama dengan para mitra dan dengan difasilitasi oleh Tim Koordinasi Siak Kabupaten Hijau (TKSKH), pada 20 Juli 2022, Kabupaten Siak secara resmi memperkenalkan pitchbook Investment Based Jurisdiction Outlook yang berisi informasi potensi investasi hijau di Kabupaten Siak," ucap Wan.

General Manager Program and Project Musim Mas Group, Rob Nicholls, mengatakan upaya pencegahan perubahan iklim global harus digencarkan dengan komitmen pebisnis. Pebisnis diharapkan memulai menjual produk yang ramah lingkungan sebagai dukungan dari pendekatan yuridiksi.

"Mulailah dengan proyek kecil yang berdampak sehingga lebih banyak perusahaan dan petani yang akan bergabung. Yang terpenting, bekerja sama dengan pemerintah daerah adalah kunci untuk meningkatkan skala yang lebih besar," ucap Rob.

Pendekatan yuridiksi dalam upaya penekanan perubahan iklim global dinilai wajib menggandeng semua pemangku kepentingan. Iklim yang baik juga dinilai bisa menjaga kestabilan ekonomi.

President Director dari Daemeter Consulting, Aisyah Silieuw, turut mendukung penekanan perubahan iklim global. Pemerintah diminta tidak ragu menggandeng pihak swasta. "Program ini bertujuan untuk menangani permasalahan overlapping supply base, melindungi ekosistem, memberdayakan petani kelapa sawit, dan meningkatkan mata pencaharian, memastikan sasaran produksi kelapa sawit yang berkelanjutan di kedua kabupaten tersebut," kata Aisyah. (OL-13)

Baca Juga: Agar Tetap Hidup Sehat dalam Paparan Teknologi

 

Baca Juga

Ilustrasi

Pantangan Darah Tinggi, Penderita Hipertensi Hindari Makanan Ini

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 07 Desember 2022, 00:00 WIB
Penderita darah tinggi harus memperhatikan pola makannya seperti dengan menghindari makanan yang dapat memicu tekanan darah...
Ilustrasi

Manfaat Daun Binahong, Ini Cara Mengkonsumsinya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:57 WIB
Daun binahong mengandung nutrisi seperti vitamin E, zat besi, asam folat, protein, kalsium, flavonoid, riboflavin dan beta...
ANTARA

Peraturan Tentang Disabilitas di Indonesia Masih Minim

👤Naufal Zuhdi 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan, mengatakan bahwa baru sekitar 20 persen daerah di Indonesia yang sudah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya