Jumat 30 September 2022, 14:15 WIB

Gejala Penyakit Jantung Bawaan Ternyata Tergantung Usia

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Gejala Penyakit Jantung Bawaan Ternyata Tergantung Usia

Pexels
Ilustrasi

 

KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) Radityo Prakoso menyebut gejala penyakit jantung bawaan tergantung dari usia, misalnya pada bayi baru lahir yang terkait aktivitasnya menyusu.

"Kalau bayi baru lahir seputar aktivitas dalam menyusu seperti terputus-putus, berkeringat, sedikit-sedikit muntah. Kita harus curiga apakah ini bermasalah," kata dia dalam sebuah acara daring, dikutip Jumat (30/9).

Pada balita prasekolah, dapat terlihat dari keterbatasannya beraktivitas. 

Baca juga: Ini Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

Radityo mencontohkan, orangtua dapat melihat apakah anak tidak melakukan aktivitas seperti anak-anak usia sebayanya seperti berlarian. Jika menemukan hal ini, orangtua perlu curiga ada masalah pada anak.

"Kalau remaja bisa ditanya apakah ada sesak, nyeri dada, gangguan pada aktivitas, kalau tidur malam berapa bantal," ujar Radityo.

Dia mengatakan, anak-anak yang sering masuk rumah sakit dengan pneumonia atau infeksi saluran napas bawah, perlu dicurigai menderita penyakit jantung bawaan.

Menurut dia, pasien dengan PJB umumnya datang ke IGD dengan gejala gagal jantung, cardiogenic shock, gangguan irama jantung, respiratory distress, gangguan saluran napas bawah atau riwayat batuk panas berulang.

"Kalau pasien dengan penyakit jantung bawaan tidak ditatalaksana dengan baik, akan terjadi komplikasi antara lain gangguan vaskular, gagal jantung dan akhirnya pada kematian," kata dia.

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang didapat sejak anak masih berada di dalam kandungan. 

Kelainan ini dapat terjadi pada dinding jantung, katup jantung, maupun pembuluh darah yang ada di dekat jantung. Akibatnya, dapat terjadi gangguan aliran darah di dalam tubuh pasien, misalnya terjadi sumbatan aliran darah, atau darah mengalir ke jalur yang tidak semestinya.

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan bawaan yang paling sering ditemukan. Angka kejadian PJB di Indonesia adalah 8 untuk setiap 1000 kelahiran hidup. 

Jika jumlah penduduk Indonesia 200 juta, dan angka kelahiran 2%, maka jumlah penderita PJB di Indonesia bertambah 32.000 bayi setiap tahun. 

Data Global Burden of Disease Study 2017 menunjukkan sebanyak 80.928 bayi yang lahir dengan PJB setiap tahunnya di Indonesia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Dari Buka Salon di Garasi Rumah, Make Up Artist Satu Ini Bisa Keliling Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 14:34 WIB
Sebagai make up artist, Indah Aini memberanikan diri membuka salon sendiri di garasi rumah dengan modal awal Rp 4.5...
Ist

Hotel GranDhika Iskandarsyah Hadiahkan Motor Listrik di Malam Tahun Baru 2023

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 14:19 WIB
Tema “Carnival” merupakan ajakan untuk Anda menikmati liburan pergantian tahun dan staycation di Hotel GranDhika Iskandarsyah...
Ist

Cegah Efek Lebih Lanjut, Saat Nyeri Tulang Segera Periksa ke Dokter Ortopedi

👤Eni Kartinah 🕔Kamis 08 Desember 2022, 14:08 WIB
Dokter ortopedi mendorong masyarakat memerikasakan kesehatan tulang untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kondisi seperti radang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya