Selasa 27 September 2022, 14:04 WIB

Asmaul Husna: Allah Al-Adl Menata Semua sesuai Tempatnya

Meilani Teniwut | Humaniora
Asmaul Husna: Allah Al-Adl Menata Semua sesuai Tempatnya

DOK @limofficial_lirboyo di Instagram.
Tulisan Arab Al-Adl.

 

PEMBAHASAN asmaul husna kali ini yang Al-Adl atau Zat Maha Adil dimulai dari cerita seorang raja. Ada raja dari suatu negeri membuka gudang penyimpanan miliknya.

Di sana terdapat pasokan senjata, buku-buku, dan beragam benda berharga lain. Sebagai raja yang pemurah, ia membagi-bagikan semua isi gudang penyimpanan tersebut. 

Orang-orang kaya diberinya uang yang berlimpah. Para ulama diberinya pasokan senjata begitu juga tugas menjaga benteng. Prajurit-prajurit diberinya buku-buku serta pekerjaan mengelola masjid dan madrasah.

Pantaslah kita sebut raja itu sebagai raja yang zalim. Mengapa demikian? Bukankah ia telah melakukan kebaikan dengan membagi-bagikan harta benda miliknya kepada rakyatnya?

Memang benar bahwa raja tersebut telah berbuat baik, tetapi karena salah dalam pengalokasian, kebaikannya justru menjadu perbuatan yang zalim. Seharusnya ia mengalokasikan harta benda tersebut kepada tempatnya yang layak. 

Uang yang berlimpah diberikannya kepada golongan fakir dan miskin. Buku-buku serta pengelolaan masjid dan madrasah diserahkannya kepada para ulama. Pasokan senjata dan tugas menjaga benteng diamanatkanya kepada prajurit-prajurit. Barulah dengan demikian, ia telah berbuat adil. 

Makna Al-Adl

Demikianlah cara Imam Al-Ghazali menggambarkan perbuatan 'adl. Menurut beliau, 'adl adalah perbuatan menata sesuatu pada tempatnya yang layak. Sementara, zalim merupakan kebalikannya. 

Allah SWT disebut pula sebagai Al-'Adl yang berarti Zat Yang Maha Adil. Namun, tentu saja, keadilan Allah berbeda dengan keadilan makhluk. 

Baca juga: Allah Al-Lathif Maha Lembut dalam Ilmu dan Tindakan

Allah SWT menciptakan makhluk dan tiap-tiap makhluk diberikan bentuk kejadiannya. Kemudian, dengan adil, Allah SWT menempatkan semua itu sesuai pada tempatnya yang layak. 

Misalnya, Allah SWT.menciptakan manusia. Tiap manusia diberikan tulang, daging, dan kulit sebagai bentuk kejadiannya.

Penciptaan manusia

Allah SWT menjadikan tulang sebagai penopang tubuh manusia. Tulang lalu diselimuti daging selaku pelindungnya. Baru kemudian daging ditutupi kulit untuk menjaganya. 

Perbuatan Allah SWT itu merupakan wujud keadilan-Nya. Seandainya susunan tersebut berubah, niscaya manusia akan memiliki bentuk kejadian yang konyol. 

Lebih jauh lagi, Allah SWT memberikan pula kepada manusia bentuk kejadian lain berupa kepala, tangan, kaki, dan seterusnya. Semua itu diletakkan oleh-Nya pada tempat yang semestinya. Apabila kaki di kepala dan kepala di kaki, tentu saja bentuk kejadian manusia tak dapat kita mengerti. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Mutu Perlengkapan Tidur Turut Tentukan Kualitas Istirahat

👤medaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:49 WIB
Investasi pada perlengkapan tidur yang berkualitas sangatlah penting untuk menunjang aktivitas kita...
Ist

Cegah Perkembangan Tungau dalam Rumah dengan Penghisap Debu

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:33 WIB
Menurut hasil penelitian, 50% alergi pernapasan disebabkan oleh tungau debu juga merupakan salah satu penyebab umum penyakit asma di...
Dok. Pribadi

Rekomendasi Langkah bagi Guru untuk Pemulihan Hasil Belajar yang Hilang karena Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:21 WIB
Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir menjadi tantangan bagi sekolah dalam menjalankan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya