Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, mengenal Allah melalui Asmaul Husna adalah pintu utama menuju keimanan yang kokoh. Salah satu nama yang membawa ketenangan dan harapan adalah An-Naafi' (النَّافِعُ).
Secara bahasa, An-Naafi' berasal dari kata nafa’a yang berarti memberi manfaat atau kegunaan. Sebagai Al-Asma al-Husna, An-Naafi' menegaskan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya sumber segala manfaat, kebaikan, dan keuntungan bagi seluruh makhluk di alam semesta.
Allah adalah An-Naafi', Zat yang menciptakan sebab-sebab datangnya manfaat. Tidak ada satu pun kebaikan yang menimpa seorang hamba, mulai dari kesehatan tubuh, kecerdasan akal, hingga keberkahan harta, melainkan itu semua adalah pemberian dari Allah.
Nama ini sering kali dipasangkan dengan Ad-Dhaarr (Maha Pemberi Mudarat) untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, baik yang dianggap menguntungkan maupun merugikan, berada sepenuhnya di bawah kendali dan kehendak-Nya. Memahami An-Naafi' berarti menyadari bahwa manusia, obat, makanan, atau teknologi hanyalah perantara (asbab).
Hakikat manfaat yang terkandung di dalamnya murni berasal dari izin Allah SWT. Tanpa izin-Nya, madu yang manis tidak akan menjadi obat, dan usaha yang keras tidak akan membuahkan hasil.
Meskipun kata An-Naafi' secara eksplisit sebagai nama tunggal lebih banyak ditemukan dalam riwayat hadis mengenai 99 Asmaul Husna, konsep Allah sebagai pemberi manfaat tersebar luas dalam Al-Qur'an. Salah satunya adalah:
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW juga bersabda kepada Ibnu Abbas RA: "Ketahuilah, sekiranya seluruh umat berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan mampu memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu..."
Baca juga: Surat Fathir Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaan
Mengamalkan zikir dengan menyebut nama Ya Naafi' memiliki berbagai keutamaan spiritual bagi seorang mukmin:
| Manfaat Zikir | Penjelasan Spiritual |
|---|---|
| Kemudahan Urusan | Membuka jalan keluar dari kebuntuan usaha atau pekerjaan. |
| Kesehatan & Kesembuhan | Sering diamalkan sebagai wasilah memohon manfaat obat bagi kesembuhan penyakit. |
| Ketenangan Batin | Menghilangkan kecemasan terhadap masa depan karena yakin Allah akan memberi yang terbaik. |
| Keberkahan Hidup | Menjadikan apa yang dimiliki (ilmu/harta) terasa cukup dan bermanfaat bagi orang lain. |
Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya
Seorang Muslim yang meneladani sifat An-Naafi' akan berusaha menjadi pribadi yang naafi' (bermanfaat) bagi lingkungannya. Berikut adalah cara pengamalannya:
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Gunakan daftar ini untuk mengevaluasi sejauh mana kita telah mengamalkan nilai An-Naafi' hari ini:
1. Apa arti dari An-Naafi'? An-Naafi' berarti Allah Maha Pemberi Manfaat kepada seluruh makhluk-Nya.
2. Apa perbedaan An-Naafi' dan Ad-Dhaarr? An-Naafi' adalah Pemberi Manfaat, sedangkan Ad-Dhaarr adalah Pemberi Mudarat. Keduanya sering disebut berpasangan untuk menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah.
3. Apakah manfaat dari Allah hanya berupa materi? Tidak, manfaat dari Allah mencakup kesehatan, hidayah, ilmu, ketenangan hati, hingga keselamatan di akhirat.
Baca juga: Asmaul Husna Al-Malik Yang Merajai Miliki Segala yang Wujud
4. Di mana dalil yang merujuk pada sifat Allah sebagai pemberi manfaat? Salah satunya terdapat dalam QS. Yunus ayat 107.
5. Apa keutamaan berzikir dengan nama Ya Naafi'? Dipercaya dapat memudahkan urusan, memberikan kesembuhan, dan menjauhkan dari bahaya.
6. Bagaimana cara mengamalkan sifat An-Naafi' dalam kehidupan? Dengan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain (khairunnas anfa'uhum linnas).
Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Quddus Suci dari Bentukan Pikiran Manusia
7. Apakah manusia bisa memberi manfaat tanpa izin Allah? Tidak, segala manfaat yang datang melalui perantara manusia hakikatnya berasal dari Allah SWT.
8. Kapan waktu terbaik mengamalkan zikir Ya Naafi'? Bisa dilakukan kapan saja, tetapi sering diamalkan setelah salat fardu atau saat menghadapi kesulitan.
9. Apa kaitan An-Naafi' dengan konsep tawakal? Memahami An-Naafi' membuat seseorang hanya bergantung kepada Allah dalam mencari kebaikan.
Baca juga: Keutamaan Nama Allah Dibandingkan dengan Asmaul Husna yang Lain
10. Apakah An-Naafi' termasuk dalam 99 Asmaul Husna? Ya, An-Naafi' adalah salah satu dari 99 nama indah Allah.
Dengan menghayati An-Naafi', kita tidak hanya menjadi hamba yang pandai bersyukur saat menerima kebaikan, tetapi juga menjadi hamba yang tangguh karena yakin bahwa segala manfaat sejati hanya berada di tangan Allah. Rupiah tidak akan mampu membeli manfaat jika Allah tidak menghendakinya. (I-2)
Pelajari makna mendalam Ad-Dharr (Yang Maha Pemberi Mudarat), dalil Al-Qur'an, serta khasiat zikir dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
Temukan makna mendalam Al-Maani' dalam Asmaul Husna, dalil shahih, hingga keutamaan zikirnya untuk perlindungan dan keikhlasan hati.
Pelajari makna mendalam Al-Mughni (Maha Pemberi Kekayaan), dalil Al-Quran, keutamaan zikir, hingga cara meneladaninya agar rezeki berkah dan hati tenang.
Pelajari makna mendalam Al-Ghani (Maha Kaya), dalil Al-Qur'an, keutamaan zikir Ya Ghani, serta cara mengamalkannya agar rezeki berkah dan hati tenang.
Pelajari makna mendalam Al-Jami (Maha Mengumpulkan), dalil Al-Quran, keutamaan zikir, hingga cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved