Sabtu 03 September 2022, 13:59 WIB

Ini Penyebab Tindakan Preventif belum Bisa Atasi Kekerasan Seksual

Naufal Zuhdi | Humaniora
Ini Penyebab Tindakan Preventif belum Bisa Atasi Kekerasan Seksual

Dok MI
Ilustrasi kekerasan pada anak

 

KEKERASAN seksual masih menyelimuti Indonesia, terutama kekerasan seksual kepada anak. Menurut data dari Januari sampai Juli 2022, terdapat 7.691 kasus kekerasan terhadap anak secara umum.

Tindakan preventif sudah coba dilakukan, tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut dinilai gagal mengatasi maraknya kekerasan seksual di masyarakat.

Deputi Perlindungan Khusus Anak KPPPA Nahar menjelaskan penyebab tindakan preventif yang sudah dilakukan tapi masih mengalami kegagalan.

"Pertama adalah faktor sosial ekonomi budaya. Ini yang memicu dan membenarkan digunakannya kekerasan dan menghalangi anak mengungkapkan kekerasan serta mencari bantuan. Faktor ekonomi sosial budaya ini akan mempengaruhi norma sosial yang membahayakan dan melestarikan kekerasan," ujar Nahar, Sabtu (3/9).

"Penyebab yang kedua adalah tata kelola sistem dan layanan perlindungan anak yang terfragmentasi dan tidak didukung kebijakan, sumber daya serta data yang memadai. Ini dapat menyebabkan anak-anak yang menjadi korban tidak memiliki akses pada bantuan formal dan informal. Akan berlanjut ke korban tidak bisa mencari dan mendapatkan bantuan," ungkapnya.

Baca juga: KemenPPPA Desak Polisi Tangkap 8 Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bogor

Ketiga soal pemahaman dan sikap jejaring sosial, keluarga, komunitas, teman sebaya, penyedia layanan di sekitar anak yang tidak mendukung pencegahan dan kekerasan terhadap anak. Sehingga tidak bisa dilakukan upaya penanganan cepat, apalagi penanganan komprehensif dan terpadu antarberbagai sektor kepada korban.

Lalu keempat terkait perkembangan teknologi, kasus-kasus yang terjadi itu mereka menganggap anak baik-baik saja, tapi saat anak ke dalam kamar ternyata ada orang jahat yang mengendalikan anak melalui hp.

Keempat hal inilah yang menyebabkan kekerasan seksual kepada anak sulit dicegah dan ditangani. Pencegahan masih kebobolan, tapi masih ada benteng kedua yaitu penanganan. Jadi penanganan yang tepat, komprehensif dan terpadu inilah yang akan mencegah keberulangan dan mencegah dampak yang dialami oleh korban lebih buruk lagi.(OL-5)

Baca Juga

Dok  Garis Sepuluh Corporation.

Riko The Series Ajak Anak Berani Sunat Dengan Cara Unik

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:11 WIB
Riko The Series kembali meresmikan kerjasama mereka dengan salah satu klinik sunat ternama di Indonesia yaitu Sunat123 pada Jumat (30/9) di...
ANTARA / FIKRI YUSUF

KTT G20 Menghitung Hari, BMKG Siap dengan Skenario Terburuk Potensi Bencana Alam

👤Dinda Shabrina 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:00 WIB
Fokus utama dalam aksi mitigasi yaitu guna memastikan keamanan dan keselamatan Presiden dan Pimpinan Tinggi Negara peserta G20 manakala...
 MI/VICKY GUSTIAWAN

Puf Sains Lab Luncurkan Nikotin Herbal Pertama di Dunia

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 11:00 WIB
PT Puf Sains Lab menciptakan nikotin herbal pertama di dunia dengan jenama FB99+ yang cocok untuk diracik bersama formula...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya