Kamis 01 September 2022, 09:52 WIB

Deteksi Dini Gangguan Tiroid, Cegah Gangguan Perkembangan Bayi

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Deteksi Dini Gangguan Tiroid, Cegah Gangguan Perkembangan Bayi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

 

WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, menyebutkan kelainan hormon tiroid atau Hipotiroid Kongenital (HK) pada bayi lahir berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan serius.

Maka diperlukan penanganan sedini mungkin mengingat hormon tiroid memiliki peran penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Kalau anak-anak memiliki hormon tiroid normal maka pertumbuhan dan perkembangannya akan berlangsung dengan baik dan optimal. Tinggi badan dan berat badannya cukup, kecerdasannya juga bagus," kata Dante dalam keterangannya, Rabu (31/8).

Gangguan hormon tiroid dapat menganggu perkembangan dan pertumbuhan terutama pada saraf otak anak. Akibatnya anak tidak akan tumbuh optimal, cenderung pendek dan berat badan kurang. Penemuan kasus dan pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan anak mengalami kecacatan maupun keterbelakangan mental.

Untuk itu, diperlukan Skrining Hipotiroid Kongenital sesegera mungkin agar pemberian pengobatan pada anak bisa segera diberikan. Pemberian terapi sebelum anak berusia 1 bulan dapat mencegah terjadinya kerusakan pada saraf otak, sehingga anak dapat tumbuh dengan baik.

Pemeriksaan hormon tiroid pada anak dilakukan dengan pengambilan 2-3 tetes sampel darah yang diambil dari tumit bayi yang berusia 48 sampai 72 jam oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga: Waspada, Pneumonia Cenderung Menyerang Anak

Di Indonesia, pelaksanaan SHK telah dimulai sejak tahun 2003 melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan RSHS Bandung dan RSCM Jakarta untuk melakukan uji skrining hipotiroid kongenital.

Implementasi SHK sampai dengan tahun 2020, terdata lebih dari 4.000 fasilitas layanan kesehatan telah melaksanakan SHK dengan pemeriksaan laboratorium di 4 RS vertikal diantaranya RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUP dr. Sardjito dan RSUD dr. Soetomo.

"Capaian tersebut masih belum optimal karena belum semua fasyankes di semua Kabupaten/Kota menerapkan pemeriksaan HK," ujarnya.

Guna meningkatkan cakupan pelayanan SHK, Kementerian Kesehatan melakukan berbagai upaya diantaranya membuat materi edukasi, melakukan sosialisasi, pelatihan, menyiapkan anggaran pelaksanaan skrining, sistem pencatatan dan pelaporan.

Selain itu, Kemenkes tahun ini juga akan menambah 7 laboratorium pemeriksa SHK yaitu RSUP Karyadi Semarang, RSUP Adam Malik Medan, RSUP Dr M Djamil Padang, RSUP M Hoesin Palembang, RSUP Prof Dr IG Ngoerah Denpasar, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RSUP Dr R.D Kandouw Manado.

"Sekarang baru ada 4 lab yang bisa melakukan pemeriksaan SHK. Dengan keinginan kita untuk melakukan pemeriksaan kepada seluruh bayi baru lahir, maka kita perlu meningkatkan jumlah laboratorium dari 4 laboratorium menjadi 11 laboratorium," katanya.

Penambahan laboratorium, imbuh Wamenkes akan dilakukan secara bertahap. Saat ini telah dilakukan koordinasi secara intens dengan rumah sakit terkait. Harapannya dalam waktu dekat bisa segera terealisasi. (Iam/OL-09)

Baca Juga

Ist

Coach Rheo: Fenomena Pemicu Suami Tega Cekik dan Banting Istri

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 15:03 WIB
Mind Technology Expert Coach Rheo mengatakan timbunan beban emosi tersebut  menciptakan reaksi reaktif yang diproses oleh bagian dari...
Dok.DietGo Kitchen

Lima Makanan Diet Terbaik bagi Penderita Diabetes

👤Mutiara Dwi Rejeki 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:59 WIB
Penting juga untuk mengonsumsi makanan yang membantu mencegah komplikasi diabetes seperti penyakit...
MI/ Januari Hutabarat

Distribusi Bantuan Logistik Untuk Gempa Tapanuli Utara Akan Tiba Malam Ini

👤Dinda Shabrina 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:55 WIB
Kemensos dan Tagana telah mendata kebutuhan mendasar warga terdampak, melakukan evakuasi korban ke tempat aman khususnya untuk kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya