Rabu 10 Agustus 2022, 22:02 WIB

Mengenal Hormon pada Manusia, Ciri-ciri Ketidakseimbangan Hormon

Meilani Teniwut | Humaniora
Mengenal Hormon pada Manusia, Ciri-ciri Ketidakseimbangan Hormon

DOK MI.
Ilustrasi.

 

TAHUKAH kamu hormon merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia dan melibatkan berbagai komponen untuk tetap bekerja dan berfungsi dengan baik? Untuk mengenal lebih dalam lagi tentang hormon pada manusia beserta dengan ciri-cirinya, berikut penjelasan yang perlu disimak dengan baik.

Pengertian hormon 

Hormon adalah zat kimiawi yang diproduksi oleh sistem endokrin dalam tubuh dan berfungsi mengirimkan berbagai pesan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Selain itu, hormon membantu mengendalikan hampir semua fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme, hingga kerja di berbagai sistem organ, termasuk organ reproduksi. 

Berdasarkan KBBI, hormon diartikan sebagai zat yang dibentuk oleh bagian tubuh tertentu (misalnya kelenjar gondok) dalam jumlah kecil dan dibawa ke jaringan tubuh lain serta punya pengaruh khas (merangsang dan menggiatkan kerja alat-alat tubuh). Dalam perkembangan dan pertumbuhan wanita, estrogen memiliki peran penting dalam segala tahap kehidupannya, mulai dari pubertas, menstruasi, kehamilan, hingga menopause. Hormon ini sebenarnya tidak hanya diproduksi dalam tubuh wanita, tetapi juga terdapat dalam tubuh pria dengan kadar yang jauh lebih rendah.

Fungsi hormon pada tubuh manusia

Fungsi hormon pada tubuh manusia selain sebagai pembawa pesan kimia, hormon menjalankan dua jenis komunikasi, yakni antara dua kelenjar endokrin serta antara kelenjar endokrin dengan organ tubuh. Dilansir dari hellosehat.com komunikasi antara dua kelenjar endokrin terjadi ketika kelenjar endokrin melepaskan zat kimia tertentu untuk merangsang pelepasan hormon pada kelenjar endokrin yang lain.

Komunikasi antara kelenjar endokrin dan organ tubuh terjadi saat pelepasan zat dari kelenjar endokrin membuat suatu organ menjalankan fungsinya. Interaksi kompleks antara kelenjar endokrin, hormon-hormon, dan organ tubuh inilah yang dikenal dengan sebutan sistem endokrin.

Sistem endokrin memengaruhi hampir setiap proses dalam tubuh. Beberapa kegunaan hormon di antaranya:
1. Pencernaan makanan.
2. Penyerapan zat gizi.
3. Fungsi seksual dan reproduksi.
4. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh. 
5. Pengaturan detak jantung, suhu tubuh, siklus tidur, mood, rasa haus, nafsu makan, dan fungsi kognitif.

Ciri hormon dan ketidakseimbangan hormon (gangguan hormon)

Sebelum mengetahui lebih lanjut terkait ciri ketidakseimbangan hormon, ada baiknya kita ketahui dahulu ciri-ciri hormon.

1. Diproduksi dan disekresikan oleh kelenjar endokrin ke dalam darah dalam jumlah sangat sedikit.
2. Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target.
3. Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat dalam sel target.
4. Punya pengaruh mengaktifkan enzim khusus.
5. Punya pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan.

Dari lima ciri hormon di atas, gangguan hormon dapat terjadi ketika kelenjar penghasil hormon di dalam tubuh terganggu. Kondisi ini membuat jumlah hormon yang dihasilkan kurang atau justru terlalu banyak, sehingga fungsi organ tubuh tertentu terganggu dan muncul berbagai masalah kesehatan.

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Jarak antara menstruasi wanita dari bulan pertama ke bulan selanjutnya berlangsung antara 21 sampai 35 hari. Jika tidak memiliki siklus yang sama setiap bulan atau justru terlambat hingga hitungan bulan padahal belum memasuki masa menopause, bisa jadi Anda mengalami ketidakseimbangan hormon.

Kondisi ini bisa saja terjadi karena kadar hormon seperti estrogen atau progesteron dalam tubuh Anda berlebihan atau terlalu sedikit. Jika Anda di usia 40 sampai 50 tahun, hal ini mungkin saja terjadi karena gejala menopause.

2. Mengalami gangguan tidur

Progesteron, hormon yang dilepaskan oleh ovarium, seharusnya bisa menangkap rasa kantuk. Jika tingkat hormon ini lebih rendah dari biasanya, Anda akan mengalami kesulitan tidur. Kadar estrogen yang tinggi juga dapat memicu hot flashes dan berkeringat di malam hari. Gangguan ini bisa menyebabkan Anda terbangun dan sulit tidur kembali.

3. Jerawat kronis

Wajah jerawatan menjelang haid adalah normal. Pasalnya, saat itu memang ada perubahan hormon dalam tubuh. Namun, bila menderita jerawat kronis yang tak kunjung hilang, bisa jadi pertanda Anda mengalami hormon tak seimbang.
Kelebihan kadar androgen (hormon yang dimiliki pria dan wanita) dapat menyebabkan kelenjar minyak bekerja terlalu keras. Androgen juga memengaruhi sel-sel kulit di dalam dan sekitar folikel rambut. Kedua hal ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

3. Mudah lelah

Mudah merasa lelah ialah salah satu gejala yang paling umum dari ketidakseimbangan hormon. Kelebihan progesteron dapat membuat Anda mengantuk. Jika kelenjar tiroid kurang memproduksi hormon tiroid, ini dapat mengurangi energi Anda. Untuk mengetahui kadar tiroid dalam tubuh, Anda bisa melakukan tes darah.

4. Mood yang naik turun dengan cepat

Perubahan hormon dapat menyebabkan mood cepat berubah. Hormon estrogen bisa memengaruhi kunci kimia di otak, seperti serotonin, dopamin, dan norepinephrine. Ini membuat Anda bisa merasa gembira tetapi kemudian sejam kemudian bisa galau atau marah hanya karena hal sepele.

5. Perubahan nafsu makan dan berat badan bertambah

Saat suasana hati sedang tak menentu, kadar estrogen dalam tubuh akan berkurang, sehingga Anda memiliki kecenderungan makan lebih banyak. Hal ini pula yang menyebabkan tingkat hormon dalam tubuh dapat berperan dalam peningkatan berat badan. Kadar estrogen juga dapat memengaruhi tingkat hormon leptin, yaitu hormon yang berperan dalam membantu mengatur asupan makanan.

6. Sakit kepala

Banyak hal yang bisa memicu sakit kepala, salah satunya tidak seimbangnya kadar hormon dalam tubuh. Khususnya bagi wanita, kadar estrogen sangat berpengaruh pada kondisi ini. Hal ini juga yang menjadi penyebab sakit kepala sering terasa ketika Anda sedang haid.

Biasanya permukaan vagina tetap basah dan terlebih pada masa subur. Namun jika tiba-tiba menyadari bahwa vagina Anda sering kering, bisa jadi karena pengaruh rendahnya kadar hormon estrogen. Hormon ini membantu jaringan vagina tetap lembap dan nyaman. Jika hormon ini turun, salah satu efeknya yakni dapat mengurangi cairan vagina.

4. Hormon antagonistik

Hormon antagonistik adalah hormon yang mengakibatkan efek yang berlawanan, semisal glukagon dan insulin. Masa kadar gula darah sangat turun, pankreas akan menghasilkan glukagon. Kadar glukosa yang tinggi mengakibatkan pankreas menghasilkan insulin sebagai menurunkan kadar glukosa tersebut.

Nah, itu dia pembahasan kita tentang hormon pada manusia. Jika kalian memiliki keluhan terkait sistem endokrin, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Semoga bermanfaat. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Fauzan

Menkes Sebut Stok Vaksin Covid-19 Masih Tersedia 5 Juta Dosis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:45 WIB
Stok vaksin di daerah masih ada 2,5 jutaan, di pusat masih ada 2,5 jutaan dosis, kata...
ANTARA

Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Penting Bagi Lansia

👤Widhoroso 🕔Kamis 29 September 2022, 23:29 WIB
Kemenko PMK mengingatkan pentingnya vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi kelompok...
Antara/Irwansyah Putra.

Daging Kambing Naikkan Libido dan Kolesterol, Fakta atau Mitos?

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 22:56 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dari RS Medistra dr. Cindiawaty J. Pudjiadi, MARS, MS, SP.GK menjawab beberapa mitos terkait daging...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya