Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 28-29 Juli 2022.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Selatan, dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Jawa, Laut Sawu, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda dan Laut Arafuru," ujar Sub Koordinator Bidang Hubungan Pers dan Media BMKG Dwi Rini Endra Sari dalam keterangannya, Kamis (28/7).
Baca juga: Curah Hujan Tinggi di Musim Kemarau, Ini Kata BMKG
Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan timur P. Simeulue - Kep. Mentawai, Selat Sumba bagian timur, perairan utara Kupang - Rote, Selat Ombai dan Laut Natuna. Kemudian, Selat Karimata, perairan timur Kep. Bintan - Lingga, Laut Jawa, perairan utara Madura - Kep. Kangean, perairan selatan Kalimantan, perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali - Laut Sumbawa.
Selat Lombok bagian utara, perairan Kep. Selayar, Teluk Bone bagian selatan, perairan Baubau, perairan selatan Halmahera, perairan timur Obi, perairan Fakfak - Kaimana, perairan Misool, perairan Sorong bagian selatan, perairan Jayapura - Sarmi, Samudra Pasifik Utara Biak - Jayapura, Laut Seram, Laut Arafuru bagian timur.
Gelombang di kisaran lebih tinggi 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat - selatan, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan. Lalu, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan Selatan P. Sumba, perairan P. Sawu, Laut Sawu, perairan selatan Kupang - Rote, Samudra Hindia Selatan NTT, perairan Kep. Wakatobi, perairan Manui - Kendari.
Perairan selatan Kep. Banggai, perairan Teluk Tolo bagian timur, perairan selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, perairan selatan P. Buru - P. Seram, Laut Banda, perairan selatan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan selatan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru bagian barat - tengah.
Baca juga: Gelombang Tinggi masih Berpotensi Terjadi di Perairan Indonesia
"Untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatra, perairan selatan P. Jawa - P. Sumbawa, Samudra Hindia Selatan Jawa - NTB," imbuh Dwi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama bagi nelayan, yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter). Berikut, kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter) dan Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter).
Lalu, Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter) "Untuk masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada," pungkasnya.(OL-11)
Sejak Januari 2026, pusat-pusat tekanan rendah tersebut telah mulai terpantau di wilayah selatan Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved