Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SARIAWAN bisa dialami oleh siapa saja dan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi berikut seperti cedera tergigit ketika makan, salah gerakan dalam menyikat gigi, infeksi jamur/cirus/bakteri dalam mulut, maupun gangguan penyakit autoimun.
Namun, jangan sepelekan Sariawan di lidah yang tidak kunjung sembuh. Luka yang kerap dianggap sariawan tersebut bisa jadi merupakan gejala awal kanker lidah.
Baru-baru ini Mayapada Hospital Kuningan kedatangan pasien wanita usia 31 tahun dan ditemukan sel kanker di lidah. Karena selnya terbilang cukup ganas, sehingga dalam 3 bulan, perkembangannya cukup agresif.
Dokter bedah kanker Mayapada Hospital, dr. Iskandar mengatakan sebenarnya ada ciri tertentu sebagai deteksi dini terhadap keberadaan kanker lidah. Selain durasi luka yang lama untuk sembuh, juga bentuk luka di lidah tersebut.
"Dua minggu hati-hati kalau tidak sembuh sariawannya. Kalau sariawan bentuknya bulat atau oval dengan dasarnya putih kekuningan dan pinggirnya agak merah karena ada radang. Tapi kalau kanker lidah bentuknya tidak beraturan. Biasanya mudah berdarah kemudian rasa sakitnya lebih berat. Semakin besar semakin sakit. Selain benjolan atau ulkus, kadang terdapat benjolan di bawah rahang atau daerah leher akibat pembesaran kelenjar getah bening," kata dr. Iskandar dalam keterangannya.
Terkait dengan pemicu kanker lidah, dr Iskandar menyebut disebabkan oleh beragam faktor. Namun demikian, faktor yang kerap mendominasi kanker lidah umumnya disebabkan pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.
“Kemudian, bisa karena infeksi virus (Human Papiloma Virus/HPV), iritasi ataupun trauma berulang misalnya trauma yang sering terjadi saat gunakan behel yang nggak pas. Juga kebersihan mulut yang kurang baik, gaya hidup yang kurang baik, kurang makan buah-buahan dan sayuran serta penderita penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV,” jelas dr Iskandar.
Kanker lidah dapat menyerang berbagai usia, bahkan ada yang berusia 20 tahun, namun kanker lidah sering menyerang pasien yang berusia di atas 40 tahun. Dimana pria tiga kali lebih sering dibandingkan wanita.
Baca juga : Perlu Stimulasi demi Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
Pasien wanita di Mayapada Hospital Kuningan sebelumnya mengalami sariawan di lidah yang tidak kunjung sembuh. Sudah berobat di beberapa rumah sakit, namun akhirnya memilih Mayapada Hospital Kuningan untuk operasi tindakan, didukung oleh penjaminan penuh Asuransi Sinarmas.
Terkait dengan pengobatan, dr Iskandar menjelaskan bahwa kanker lidah dapat diobati dengan melakukan pembedahan. Jika pasien kanker lidah masih stadium awal, pembedahan adalah langkah yang bagus untuk diterapkan. Sementara itu untuk stadium lanjut, selain pembedahan, juga diperlukan rekonstruksi atau perbaikan terhadap lidah pasien tersebut.
Khusus untuk pasien wanita tersebut, telah dilakukan tindakan pengangkatan lidah dan rahang bawah yang sudah terinfeksi oleh sel kanker tersebut. Meskipun telah diambil tindakan pengangkatan tersebut, masih ada rangkaian yang harus dijalani untuk 100% membunuh sel kanker tersebut, yaitu dengan radioterapi.
Radioterapi digunakan untuk membasmi sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi, atau digunakan dengan kombinasi kemoterapi untuk stadium lanjut.
Di Mayapada Hospital Kuningan, lanjut dr Iskandar, pasien kanker lidah ditangani secermat mungkin sesuai jenis kanker, kondisi dan stadiumnya. Mayapada memiliki tim khusus yang menangani kasus kanker lidah.
Tim itu terdiri dari beberapa dokter sub spesialis yang khusus menangani kanker, terdiri dari Dokter Bedah Onkologi, Hematologi-Onkologi, Patologi Anatomi, Radiologi, Radioterapi, Gizi, Rehab Medik dan juga dokter sub spesialis lainnya.
“Kebanyakan datang ke kami sudah stadium lanjut. Kami melakukan operasi pada pasien-pasien tumornya cukup besar terkena, misalnya pada pasien yang setengah lidah ataupun bahkan seluruh lidahnya terkena kanker, kami biasa melakukan operasi kanker dan melakukan rekonstruksi kembali lidah tersebut. Kami buang jaringan kanker secara onkologis terus membentuk kembali jaringan yang hilang dengan mengambil jaringan di tempat lain dengan Teknik Operasi Microsugery, lalu membentuk kembali lidah agar fungsi dan estetiknya tidak terganggu,"ujarnya.
Iskandar mengingatkan masyarakat agar tetap mencegah timbulnya kanker lidah, yaitu dengan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak minum alkohol, konsumsi makanan bergizi, sayuran dan buah-buahan, kebersihan rongga mulut dan perawatan gigi. (RO/OL-7)
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved