Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBANYAKAN sakit tenggorokan disebabkan oleh virus atau bakteri. Selain itu, pemicu lain sakit tenggorokan yang sering tidak disadari yakni paparan asap kendaraan atau asap rokok, penyakit asam lambung, dan konsumsi makanan pedas atau minuman beralkohol. Ada berbagai cara mengatasi sakit tenggorokan, salah satunya berkumur dengan cairan antiseptik oral yang mengandung Povidone-Iodine.
Dilansir dari Alodokter, Berkumur dengan larutan garam merupakan cara tradisional yang dipercaya ampuh untuk mengatasi sakit tenggorokan. Hal ini karena larutan garam memiliki sifat antiseptik yang bisa membunuh kuman penyebab infeksi tenggorokan.
Namun, Anda juga bisa menggunakan obat kumur antiseptik yang dijual untuk meredakan sakit tenggorokan. Salah satunya ialah cairan antiseptik dengan povidone iodine 1%.
Caranya dengan berkumur dan gargling selama 30 detik, cairan antiseptik yang mengandung povidone iodine mampu membunuh kuman penyebab sakit tenggorokan. Tak hanya meredakan sakit tenggorokan, povidone iodine 1% juga dapat digunakan untuk mengatasi sariawan atau iritasi ringan pada mulut.
Selain dalam bentuk obat kumur, kamu juga bisa menggunakan povidone iodine dalam bentuk obat semprot tenggorokan (throat spray) untuk mengatasi rasa kering dan gatal pada tenggorokan.
Berbagai cara mudah mengatasi gejala awal sakit tenggorokan di atas bisa kamu lakukan sejak pertama kali keluhan muncul. Untuk membantu meredakan nyeri dan mengatasi demam yang mungkin muncul saat sakit tenggorokan, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri dan demam, seperti paracetamol atau ibuprofen. (H-4)
Perubahan cuaca saat peralihan musim dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada rongga mulut dan tenggorokan, seperti sakit tenggorokan, sariawan, gusi bengkak, dan bau mulut.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved