Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLU koordinasi yang baik antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam memobilisasi upaya percepatan penanggulangan stunting di Tanah Air.
"Alokasi dana untuk penanggulangan stunting secara nasional cukup besar, tetapi tersebar di sejumlah kementerian dan pemerintah daerah. Butuh koordinasi yang baik untuk memaksimalkan pemanfaatan dana itu untuk percepatan penanggulangan stunting," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/7).
Pertengahan Juni 2022, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan dalam rangka menurunkan prevalensi angka stunting nasional, pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp44,8 triliun tahun ini. Anggaran tersebut tersebar di 17 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik.
Kondisi tersebut, menurut Lestari, benar-benar membutuhkan koordinasi antarinstitusi yang baik, agar percepatan penanggulangan stunting benar-benar terwujud. Sisi ketersediaan pembiayaan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, merupakan salah satu instrumen untuk mempercepat upaya penanggulangan stunting.
Selain itu, tambah Rerie, para pemangku kepentingan di sejumlah daerah diharapkan memiliki pemetaan masalah yang dihadapi dalam penanganan stunting. Ini karena, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi yang berujung stunting.
Dokter spesialis jiwa di Kota Semarang meneliti bahwa kesehatan mental orangtua bisa berdampak pada kasus stunting.
Dari hasil penelitian di Kota Semarang terhadap 46.000 anak, kondisi stunting dipengaruhi kesehatan jiwa orangtua.
Ketika seorang ibu stres, bisa berisiko pada 33% anak kemungkinan mengalami stunting ringan. Jika yang stres ayahnya, kemungkinan anak mengalami stunting naik menjadi 37%. Bila ibu dan ayah stres, bisa naik sampai 40%.
Kompleksnya penyebab anak kekurangan gizi hingga berujung stunting, tegas Rerie, menuntut para pemangku kepentingan di pusat dan daerah memberi perhatian serius terhadap sejumlah upaya penanggulangan stunting. (OL-14)
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan redistribusi guru sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan mutu pembelajaran
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan ekosistem digital demi mendukung kreativitas anak bangsa.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
DALAM menghadapi ketidakpastian politik internasional, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi, sesuai amanat konstitusi.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti rendahnya nilai TKA SMA (Matematika 36,10). Desak perbaikan sistem pendidikan & fokus nalar kritis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved