Senin 04 Juli 2022, 13:44 WIB

Airlangga: Pandemi Covid-19 belum Berakhir, Pemerintah Perpanjang PPKM

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Airlangga: Pandemi Covid-19 belum Berakhir, Pemerintah Perpanjang PPKM

AFP
Ilustrasi

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pandemi covid-19 belum berakhir. Sebab, virus tersebut masih menjangkiti masyarakat, baik di Indonesia maupun negara lainnya.

"Pandemi covid belum berakhir," ujarnya dalam konferensi pers update penanganan covid-19, Senin (4/7).

Karenanya, pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Di luar Pulau Jawa dan Bali, PPKM akan diperpanjang mulai 5 Juli hingga 1 Agustus 2022.

Pembatasan itu berlaku di 386 kabupaten/kota luar Jawa-Bali. 385 kabupaten/kota akan menerapkan PPKM level 1, sedangkan Kabupaten Sorong di Papua Barat akan menerapkan PPKM level 2.

Linear dengan itu, pemerintah juga mendorong penguatan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi. "Presiden mengingatkan, aplikasi PeduliLindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat, tidak boleh kendor. Karena beberapa tempat termonitor agak kendor. Ini harus ditingkatkan lagi," terang Airlangga.

Sebab, dia mendapati sejumlah tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan tak lagi menggunakan aplikasi tersebut secara ketat. Kode batang yang ada di beberapa pusat perbelanjaan tampak jadi hiasan di pintu masuk.

Padahal semestinya masyarakat memindai kode batang itu di PeduliLindungi guna memudahkan pelacakan penyebaran kasus covid-19. "Ini yang saya pikir sudah menjadi catatan dan juga yang utama ke mall, restoran, sekolah, bioskop dan yang lain harus tetap diperketat," kata Airlangga.

Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi baik dosis pertama, kedua, maupun ketiga (booster). Sebab, sejauh ini masih ada sejumlah wilayah yang tingkat vaksinasinya rendah.

Khusus di Luar Jawa-Bali misalnya, Maluku, Papua Barat, dan Papua menjadi wilayah yang vaksinasi dosis kedua masih di bawah 50%. Sedangkan tingkat vaksinasi dosis ketiga masih di bawah 20%.

"Tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga berbagai perjalan. Arahan Bapak Presiden, untuk di bandara disiapkan untuk vaksinasi dosis ketiga," jelas Airlangga.

Adapun per 3 Juli 2022, kasus aktif covid-19 di Indonesia tercatat sebanyak 1.614 kasus, masih berada di bawah standar positivity rate yang ditetapkan WHO di level 5%. Tercatat pula reproduksi efektif di luar Jawa-Bali, Sumatera di level 1,08%, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi 1,11%, dan Maluku dan Papua 0,99%.

"Kalau dari segi kasus, secara nasional 1.614, Jawa-Bali masih mewakili mayoritas, atau 95%, yaitu 1.579 kasus, sedangkan luar Jawa-Bali 35 kasus, atau 4,07%," jelas Airlangga.

Sementara berdasarkan seven days moving average (rerata pergerakan dalam sepekan), kasus tertinggi didapati terjadi di Australia sebanyak 32.116 kasus, Amerika Serikat 16.304 kasus, India 16.065 kasus, Singapura 8.266 kasus, Malaysia 2.384 kasus, Thailand 2.278 kasus, dan Indonesia 1.939 kasus. (OL-12)

Baca Juga

DOK RENDRA SETYADIHARJA

Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, Nadiem Ajak Lestarikan Pantun

👤Faustinus Nua 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:15 WIB
Indonesia telah mencatat sejarah penting karena pantun diakui sebagai budaya dunia pada Desember 2020 dan kerja keras melestarikan pantun...
Antara

Masta, Masakan Sehat Atasi Stunting dari Garut

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:05 WIB
Kabupaten Garut menjadi daerah dengan prevalensi stunting tertinggi se-Jawa...
Antara

170,6 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:40 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 14.732 ribu orang disuntik vaksin dosis pertama hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya