Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Perkembangan teknologi informasi di dunia terus berkembang secara masif. Pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang. Sekarang setiap orang selalu menggenggam gawai, tak terkecuali anak-anak.
Anak-anak generasi digital merupakan anak yang baru lahir sudah melek digital. Meski demikian, etika dan etiket berinternet mereka tetap harus ditumbuhkan sedini mungkin.
“Saat memberikan gadget kepada anak, kita harus selalu mendampingi mereka terlebih dulu untuk membangun kesadaran akan sesuatu hal yang mereka lakukan, karena apa pun yang mereka lakukan itu ada konsekuensinya,” kata Managing Director D&D Consulting & Founder Assessme.id Ni Made Sudaryani aat Webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk Kelompok Masyarakat Wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, akhir pekan lalu.
Anak-anak, lanjut dia, tidak cukup ditanamkan teori mengenai pentingnya etika dan etiket bermedia digital. Orangtua tetap harus mendampinya lebih dulu hingga terbangun kesadaran bertanggung jawab.
“Bagaimanapun kesadaran itu tumbuhnya dari hasil diskusi berkelanjutan, proses pendampingan, hasil proses kita mengedukasi anak kita,” ujar Sudaryani.
Senada, dalam paparannya, Entrepreneur & Founder of Coffee Meets Stocks Billy Tanhadi menyebutkan, media sosial dapat berfungsi sebagai hiburan, mencari teman baru, tempat belajar, tempat beropini, dan media untuk berkarya. Dibandingkan hanya menjadi hiburan semata, dia mendorong setiap orang bisa produktif dan menghasilkan sesuatu dari media sosial. “Berkembangnya dunia digital membuat banyak orang menciptakan lapangan kerja baru lewat media sosial,” ujarnya.
Masyarakat, lanjut Billy, tidak perlu ragu untuk memulai karier melalui media sosial. “Keahlian muncul ketika sering melakukan sestuatu berulang,” ujarnya. (OL-12)
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Pelaksanaan pilkades tahun ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait fasilitasi pelaksanaan pilkades serentak secara replik atau digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merindukan ruang untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan bertumbuh secara pribadi.
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan penceramah Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil
Filsafat Kemiliteran dan Keselamatan Negara. Buku ini memberikan insight penting kepada berbagai pihak untuk mendeteksi anasir-anasir buruk yang melemahkan keluhuran militer
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
Jika kurang terkontrol, gaya komunikasi yang kurang hati-hati bisa menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi mempengaruhi citra pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved