Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gus Elham Cium Anak saat Ceramah, Komisi VIII : Dakwah Harus Perhatikan Etika

Despian Nurhidayat
13/11/2025 10:04
Gus Elham Cium Anak saat Ceramah, Komisi VIII : Dakwah Harus Perhatikan Etika
Gus Elham Yahya(Dok.Indopop)

WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan seorang penceramah, Gus Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil perempuan. 

“Dalam konteks ruang publik dan dakwah yang direkam serta disaksikan banyak orang, tindakan seperti itu harus tetap memperhatikan etika, sensitivitas sosial, dan prinsip perlindungan anak,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (13/11). 

Singgih menegaskan bahwa setiap tokoh agama, penceramah, maupun pendakwah memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang tinggi. Dakwah bukan hanya soal penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga soal keteladanan dan kehati-hatian dalam berinteraksi dengan jamaah, terutama dengan anak-anak dan perempuan.

“Dakwah adalah jalan mulia. Karena itu, setiap gerak-gerik dai menjadi sorotan publik. Hal-hal kecil yang dianggap wajar secara pribadi bisa menimbulkan kesalahpahaman jika dilakukan di ruang publik. Maka penting bagi para dai untuk menjaga adab dan batas interaksi,” tambahnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menilai bahwa peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan sertifikasi juru dakwah oleh Kementerian Agama, MUI, dan ormas keagamaan. Tujuannya bukan membatasi kebebasan berdakwah, tetapi memastikan setiap dai memiliki pemahaman etik, komunikasi publik, dan perlindungan anak yang memadai.

“Saya berharap masyarakat tidak menjustifikasi berlebihan, tetapi juga tidak mengabaikan pelajaran penting dari kasus ini. Kita perlu memperkuat literasi etik dan perlindungan anak di semua lini dakwah agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik