Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan seorang penceramah, Gus Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil perempuan.
“Dalam konteks ruang publik dan dakwah yang direkam serta disaksikan banyak orang, tindakan seperti itu harus tetap memperhatikan etika, sensitivitas sosial, dan prinsip perlindungan anak,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (13/11).
Singgih menegaskan bahwa setiap tokoh agama, penceramah, maupun pendakwah memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang tinggi. Dakwah bukan hanya soal penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga soal keteladanan dan kehati-hatian dalam berinteraksi dengan jamaah, terutama dengan anak-anak dan perempuan.
“Dakwah adalah jalan mulia. Karena itu, setiap gerak-gerik dai menjadi sorotan publik. Hal-hal kecil yang dianggap wajar secara pribadi bisa menimbulkan kesalahpahaman jika dilakukan di ruang publik. Maka penting bagi para dai untuk menjaga adab dan batas interaksi,” tambahnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menilai bahwa peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan sertifikasi juru dakwah oleh Kementerian Agama, MUI, dan ormas keagamaan. Tujuannya bukan membatasi kebebasan berdakwah, tetapi memastikan setiap dai memiliki pemahaman etik, komunikasi publik, dan perlindungan anak yang memadai.
“Saya berharap masyarakat tidak menjustifikasi berlebihan, tetapi juga tidak mengabaikan pelajaran penting dari kasus ini. Kita perlu memperkuat literasi etik dan perlindungan anak di semua lini dakwah agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkasnya. (H-4)
POLEMIK viralnya pendakwah Gus Elham yang diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mencium paksa anak perempuan, mendapat respons dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.
MUI menekankan pentingnya standardisasi DAI dalam berdakwah sehingga kejadian yang dilakukan Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak perempuan tak terulang.
Ketua KPRK MUI Siti Ma'rifah i Ma'rifah, menyesalkan tindakan dan perilaku seorang pendakwah asal Kediri, Gus Elham, yang mencium anak perempuan.
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Susanto, menilai tindakan pendakwah Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham) yang menciumi banyak anak perempuan harus menjadi pelajaran penting.
Deputi Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu menanggapi viralnya video pendakwah Gus Elham.
MUI menekankan pentingnya standardisasi DAI dalam berdakwah sehingga kejadian yang dilakukan Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak perempuan tak terulang.
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Susanto, menilai tindakan pendakwah Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham) yang menciumi banyak anak perempuan harus menjadi pelajaran penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved