Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Susanto, menilai tindakan pendakwah Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham) yang menciumi banyak anak perempuan harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat, khususnya para pendakwah. Mereka harus lebih berhati-hati dan selalu memberikan teladan yang baik.
Ia menegaskan bahwa dalam Islam, dakwah semestinya dilakukan dengan penuh hikmah, menjaga kehormatan, memegang adab, serta berinteraksi secara etis sesuai ajaran Rasulullah SAW.
“Dakwah harus menjunjung tinggi etika publik, menghargai anak, dan menjaga batasan yang pantas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut Susanto, anak berada dalam fase perkembangan yang sensitif dan membutuhkan rasa aman serta penghormatan terhadap batas diri (boundaries). Karena itu, tindakan mencium anak di ruang publik, apalagi dilakukan oleh tokoh agama, dapat secara tidak langsung menjadi contoh yang keliru dan tidak selaras dengan nilai-nilai adab Islam.
Tindakan tersebut juga berpotensi melanggar hak anak serta menimbulkan kebingungan psikologis terkait batas interaksi dengan lawan jenis. Ketika video insiden itu viral, posisi anak sebagai objek tontonan publik dikhawatirkan membuatnya merasa malu hingga berisiko distigmatisasi oleh lingkungan sekitar.
Susanto juga mengingatkan masyarakat agar bijak merespons dan tidak ikut menyebarkan ulang video tersebut. Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 27 ayat (1) melarang penyebaran konten yang melanggar kesusilaan, termasuk materi yang menampilkan identitas anak tanpa perlindungan.
“Publik yang menyebarkan ulang video tanpa menyamarkan identitas anak berpotensi melanggar hak anak, terutama hak atas kerahasiaan identitas,” tegasnya. (Ant/E-3)
MUI menekankan pentingnya standardisasi DAI dalam berdakwah sehingga kejadian yang dilakukan Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak perempuan tak terulang.
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan penceramah Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil
Deputi Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu menanggapi viralnya video pendakwah Gus Elham.
Gus Elham Yahya Luqman, seorang dai muda asal Kediri, Jawa Timur, telah menjadi sorotan publik berkat gaya dakwahnya yang kekinian. Berikut Profilnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved