Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menekankan pentingnya standardisasi DAI dalam berdakwah sehingga kejadian yang dilakukan Gus Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak perempuan tak terulang. Hal itu disampaikan Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI, Siti Ma'rifah.
"Dakwah bil lisan juga harus diikuti dakwah bil hal. Oleh karena itu program seperti Standardisasi Dai yang dilaksanakan oleh MUI penting terus didukung untuk melahirkan para pendakwah agar dalam melaksanakan tugas dakwah berpedoman pada Alquran dan sunnah, juga memperhatikan etika dan budaya dalam masyarakat Muslim," kata dia dilansir dari laman resmi MUI, Kamis (13/11).
Ia menyesalkan tindakan dan perilaku Gus Elham serta mengingatkan bahwa anak-anak harus dijaga kehormatannya, apalagi sampai dilecehkan. Kehormatan anak-anak, tegas dia, perlu dijaga sesuai dengan prinsip maqashid syariah.
"Harus dijaga kehormatannya sesuai dengan prinsip maqashid syariah dan rahmatan lil alamin. dalam berdakwah harus mencerminkan akhlakul karimah, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda tetap dalam batas-batas tuntunan yang ada dalam Alquran yang harus dipedomani oleh seluruh pendakwah," dilansir dari laman resmi MUI, Kamis (13/11).
Putri Wakil Presiden ke-13 RI ini menegaskan tindakan Gus Elham tidak dapat dibenarkan. Sebab, anak juga memiliki martabat dan kehormatan yang harus dijaga.
Siti Ma'rifah berharapKementerian Agama RI (Kemenag) mengawasi dan menertibkan para pendakwah agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.
"Kami Komisi PRK MUI yang konsen mengawal perlindungan anak dan keluarga dalam program-programnya melakukan langkah-langkah seperti pendampingan pesantren ramah anak, program perlindungan anak dengan bekerja sama dengan pemerintah dan mitra strategis lainnya," sambungnya.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis menilai perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh siapapun. Apalagi itu dilakukan oleh pendakwah yang juga berasal dari pondok pesantren.
"Tidak ada yang membenarkan itu," kata Cholil. (H-4)
Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka atas korban konflik Timur Tengah dan menyerukan penghentian aksi militer selama Ramadan, serta mendorong diplomasi damai melalui PBB.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Prabowo Subianto menyatakan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung MUI
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemerintah masuk dan mengambil peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Jalur Gaza.
Sebelumnya, Ma'ruf Amin menjabat posisi Ketua Dewan Pertimbangan MUI pada periode 2020-2025 dan sebagai ketua umum pada periode 2015–2020.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved