Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
GUS Elham Yahya Luqman, seorang dai muda asal Kediri, Jawa Timur, telah menjadi sorotan publik berkat gaya dakwahnya yang kekinian. Lahir pada 8 Juli 2001, putra dari KH Luqman Arifin Dhofir ini dikenal aktif di dunia pesantren dan media sosial.
Ia dikenal dengan pendekatan dakwah yang lebih ringan, menggunakan bahasa yang dapat diterima oleh generasi milenial dan Gen Z. Gus Elham juga memiliki sejumlah pesantren yang dikelola, termasuk Pondok Pesantren Al Ikhlas 2 di Desa Kaliboto, Kediri, yang ia dirikan sendiri. Melalui berbagai media sosial, Gus Elham berhasil menarik perhatian banyak pengikut dengan penyampaian dakwah yang modern.
Namun, popularitas Gus Elham tak lepas dari kontroversi. Baru-baru ini, video yang menunjukkan Gus Elham mencium anak-anak perempuan viral di media sosial. Video tersebut langsung menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk kalangan ulama dan masyarakat luas.
Gus Elham Yahya Luqman adalah seorang dai muda yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Lahir pada 8 Juli 2001, ia adalah putra dari KH Luqman Arifin Dhofir, seorang kiai terkenal yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1 Kediri.
Gus Elham merupakan cucu dari KH Mudhofir Ilyas, pendiri Pondok Pesantren Al Ikhlas di Kaliboto, Tarokan, Kediri. Karena berasal dari keluarga pesantren, Gus Elham mendapatkan gelar "Gus," yang biasanya diberikan kepada putra kiai atau ulama.
Gus Elham menempuh pendidikan dasar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur. Selain itu, ia juga aktif mengasuh di Pondok Pesantren Al Ikhlas 2, sebuah pesantren yang ia dirikan di Desa Kaliboto, Tarokan, Kediri.
Pada September 2023, Gus Elham juga menginisiasi Majelis Taklim Ibadallah, sebuah majelis taklim yang rutin mengadakan pengajian di kawasan Kediri. Pendekatan dakwahnya dikenal modern, menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh kalangan milenial dan Gen Z.
Gus Elham dikenal luas melalui media sosial karena cara dakwahnya yang menggunakan pendekatan kekinian. Melalui berbagai platform seperti TikTok dan Instagram, ia menyampaikan pesan agama yang ringan namun tetap mendalam, dengan tujuan menjangkau generasi muda. Dakwahnya yang khas dan bersahabat ini membuatnya semakin populer di kalangan netizen, terutama para pemuda.
Selain aktif berdakwah melalui media sosial, Gus Elham juga terus mengembangkan pesantren yang dikelolanya. Ia menjadi contoh bagaimana seorang dai muda dapat mengintegrasikan tradisi agama dengan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman.
Namun, popularitas Gus Elham tidak lepas dari kontroversi. Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan dirinya mencium anak-anak perempuan viral di media sosial. Tindakan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang menyatakan bahwa perilaku tersebut tidak mencerminkan akhlakul karimah dan bertentangan dengan nilai-nilai dakwah Islam.
PBNU menegaskan bahwa sebagai seorang dai muda, Gus Elham harus menjadi teladan dalam menjaga adab, terutama dalam berinteraksi dengan perempuan yang bukan mahram. Video ini memicu perdebatan panjang di kalangan netizen, dengan banyak pihak menilai bahwa Gus Elham harus lebih berhati-hati dalam setiap tindakan publiknya, mengingat ia adalah sosok yang diidolakan banyak orang.
Setelah video tersebut viral dan mendapat kecaman, Gus Elham menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Ia mengakui bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan berjanji akan memperbaiki diri serta lebih berhati-hati dalam setiap tindakannya ke depan.
Gus Elham telah menjadi salah satu contoh dai muda yang berhasil memanfaatkan media sosial untuk dakwah. Meskipun begitu, kontroversi yang melibatkan dirinya mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga akhlak dan etika dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang menjadi panutan bagi banyak orang. Sebagai seorang tokoh agama, Gus Elham tentu harus menjaga citranya di mata publik, agar dakwahnya tetap dapat diterima dengan baik.
Meskipun menghadapi sorotan negatif, Gus Elham tetap memiliki banyak pengikut yang mendukungnya. Mereka menilai Gus Elham sebagai sosok yang dapat membawa angin segar dalam dunia dakwah, dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan generasi muda.
Gus Elham adalah seorang dai muda yang terkenal dengan pendekatan dakwah modern dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan agama. Meskipun ia berhasil meraih popularitas di kalangan generasi muda, kontroversi yang melibatkan dirinya terkait dengan video viral yang menuai kecaman, menunjukkan bahwa sebagai tokoh agama, ia harus lebih berhati-hati dalam menjaga perilakunya.
Ke depannya, diharapkan Gus Elham dapat belajar dari kesalahan ini dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui dakwah yang lebih bijaksana. (Z-10)
POLEMIK viralnya pendakwah Gus Elham yang diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mencium paksa anak perempuan, mendapat respons dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.
MUI menekankan pentingnya standardisasi DAI dalam berdakwah sehingga kejadian yang dilakukan Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak perempuan tak terulang.
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan penceramah Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil
Ketua KPRK MUI Siti Ma'rifah i Ma'rifah, menyesalkan tindakan dan perilaku seorang pendakwah asal Kediri, Gus Elham, yang mencium anak perempuan.
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Susanto, menilai tindakan pendakwah Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham) yang menciumi banyak anak perempuan harus menjadi pelajaran penting.
Deputi Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu menanggapi viralnya video pendakwah Gus Elham.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved