Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
CAPAIAN vaksinasi covid-19 bagi anak-anak, remaja, dan lanjut usia (lansia) terus dipercepat. Sebanyak 17.186.520 anak usia 6 hingga 11 tahun telah menerima vaksin dosis lengkap per Selasa (28/6)
“Jumlah itu setara 65,10 persen dari target 26.400.300 anak,” tulis keterangan di laman vaksin.kemkes.go.id.
Sebanyak 20.876.357 anak telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 79,08 persen dari target vaksinasi anak.
Sementara itu, pemerintah menargetkan 26.705.490 remaja usia 12 hingga 17 tahun menerima vaksin covid-19. Sebanyak 82,23 persen di antaranya tuntas divaksinasi. “Jumlahnya sebanyak 21.960.419 orang,” tulis data tersebut.
Remaja penerima dosis vaksin pertama mencapai 95,20 persen. Jumlahnya sebanyak 25.422.657 orang.
Selanjutnya, sebanyak 14.543.293 lansia rampung divaksinasi. Angka itu setara dengan 67,48 persen dari target 21.553.118 lansia.
“Kemudian 17.972.909 lansia telah menerima vaksinasi dosis satu atau setara 83,39 persen,” tulis data tersebut. (OL-8)
Data yang dikumpulkan dari lebih dari 1,2 juta kehamilan, menunjukkan bahwa vaksinasi covid-19 memberikan manfaat bagi perempuan hamil.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI dan professor di Griffith University, Tjandra Yoga Aditama, menanggapi perihal melonjaknya kasus covid-19 di Asia Tenggara seperti Thailand.
Sebanyak lebih dari 7 juta lansia sudah menerima vaksin covid-19 dosis ketiga atau booster hingga Minggu (7/1).
BIAYA vaksin covid-19 berbayar diatur di masing-masing fasilitas kesehatan. Kebijakan biaya mandiri vaksin covid-19 sama seperti aturan biaya vaksin influenza atau HPV.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati memandang belum saatnya menerapkan kebijakan Covid-19 berbayar.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved