Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH sampah menjadi salah satu isu penting dan perlu penanganan serius. Sebagai negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia, Indonesia membutuhkan berbagai dukungan dalam sistem pengelolaan sampah.
Perusahaan startup cleantech Rekosistem membantu korporasi dan rumah tangga mengelola sampah yang bisa didaur ulang. Sejak diluncurkan pada 2021 lalu, total sampah yang didaur ulang Rekosistem sudah lebih dari 1.000 ton.
"Kita adalah perusahaan startup cleantech yang menawarkan jasa pengelolaan sampah baik itu dari pengumpulan, pemilahan atau pun pengolahan sampah tersebut untuk bisa didaur ulang," kata CEO sekaligus Co-Founder Rekosistem Ernest Layman, Jumat (3/6).
Baca juga: Tantangan Haji 2022 Covid-19 dan Puncak Suhu Panas, Ini Solusinya
Kehadiran startup pengolahan sampah yang berbasis aplikasi itu lantaran adanya kekhawatiran masalah sampah di Indonesia. Lewat aplikasinya, Rekosistem mendorong peningkatan pengolahan sampah daur ulang untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir pada TPA.
"Targetnya kita adalah lingkungan kita saat ini, masyarakat kita. Saat ini yang ingin kita dorong untuk memulai pola hidup ramah lingkungan atau yang bertanggung jawab, dimulai dari mengelola sampahnya," jelas Ernest.
Beroperasi untuk layanan B2B sekaligus B2C, Rekosistem menawarkan jasa jemput dan setor sampah sesuai kebutuhan. Cara kerja Rekosistem berpusat pada aplikasinya, baik dalam aplikasi web (web app) untuk pengambilan sampah secara berkala dari area pemukiman dan tempat komersial, maupun aplikasi seluler (mobile app) untuk pengguna individu yang menyetorkan sampah secara mandiri ke station Rekosistem yang tersedia.
Menurutnya, upaya pengelolaan sampah daur ulang sudah banyak dilakukan. Akan tetapi, kendala yang terjadi di masyarakat adalah kurangnya kesadaran serta sikap skeptis.
Rekosistem pun bekerja sama dengan perusahaan pengolahan sampah daur ulang hingga individu yang mengangkut atau memilah sampah. Saat ini terdapat lebih dari 25 waste station di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya.
Rekosistem memperkenalkan sistem reward point yang diberlakukan untuk per kilogram sampah yang disetorkan. Sampah-sampah dari berbagai titik pengangkutan dan pengumpulan Rekosistem akan dikirim ke Rekosistem Waste Hub (Material Recovery Facility) untuk dipilah menjadi lebih dari 50 kategori. Setiap pilahan sampah akan didistribusikan ke mitra daur ulang Rekosistem untuk diolah lebih lanjut sesuai dengan jenis masing-masing.
"Kita bisa meningkatkan produktivitas sampah untuk didaur ulang setidaknya 3 kali lipat dari proses konservatif. Selain itu juga membantu pendapatan waste worker yang biasanya minimal bisa naik dua kali dari sebelum mereka bekerja sama," kata dia.
Tidak sebatas mengelola sampah, aplikasi cleantech tersebut juga memberi edukasi kepada masyarakat. Berbagai jenis sampah bisa dipilah untuk didaur ulang dan masyarakat perlu mengetahuinya, memulai mengelola sampah secara bertanggung jawab.
"Proses pengolahan sampah yang bertanggung jawab itu prosesnya panjang, itu marathon tidak bisa dicapai secara instan. Yang mau Rekosistem lakukan adalah mendorong dan memberi solusi sederhana kepada setiap elemen bisa untuk memulai perjalanan pengelolaan sampah bertanggung jawab," kata Ernest.
Ke depan, Rekosistem menargetkan peningkatan jumlah sampah daur ulang yang dikelola hingga 10 kali lipat. Setidaknya 5 kota besar di Indonesia menjadi target utama untuk memulai pengelolaan sampah bertanggung jawab. (H-3)
Tragedi bantargebang longsor kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Insiden maut ini dinilai bukan sekadar kecelakaan teknis
Pemprov DKI lakukan stabilisasi zona timbunan di TPST Bantargebang pasca-longsor yang tewaskan 4 orang. Simak update operasional dan penanganan korban di sini.
PENGELOLAAN sampah di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian publik.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
HARI Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pendampingan bank sampah yang dilakukan oleh CCEP Indonesia di Kelurahan Cipinang Melayu sudah berjalan sejak awal tahun 2025.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Warga RW 01 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/12) mendapatkan edukasi pelestarian lingkungan melalui penguatan Bank Sampah dan peningkatan akses kesehatan.
Program Waste to Empower diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bank sampah hingga 30%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved