Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebanyak 73,19 persen atau 162.242 anak usia 6-11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis kedua.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, penambahan jumlah anak yang suntik vaksin dosis kedua tersebut relatif sedikit, seperti hari ini hanya bertambah 84 orang.
Baca juga: Presiden: Aktivitas Seni dan Budaya Harus Kembali Bangkit
"Kami imbau agar anak yang sudah memenuhi persyaratan untuk suntik vaksin dosis kedua segera ke posko vaksinasi terdekat," kata mantan Kadis Kesehatan Kepri itu.
Sementara vaksinasi COVID-19 dosis pertama untuk anak usia 6-11 tahun mencapai 89,58 persen atau 198.574 orang. Jumlah anak yang memenuhi persyaratan untuk vaksinasi dosis pertama juga menurun.
"Hanya bertambah 34 orang hari ini. Target sasaran vaksinasi untuk anak mencapai 221.670 orang," ucapnya.
Warga Kepri yang berusia 12-17 tahun atau remaja yang sudah vaksinasi dosis pertama mencapai 219.664 orang atau 105,78 persen, melampaui target. Sedangkan remaja yang sudah vaksinasi dosis kedua 93,39 persen atau 193.935 orang, hanya bertambah 10 orang.
Tenaga kesehatan yang berusia di atas 18 tahun yang sudah vaksinasi dosis pertama mencapai 20.256 orang atau 143,56 persen, dosis kedua 19.906 atau 140,97 persen, dan dosis penguat (booster) 17.490 orang atau 123,86 persen.
Pelayan publik yang berusia di atas 18 tahun yang sudah vaksinasi dosis pertama mencapai 335.992 orang atau 260,62 persen, dosis kedua 303.472 orang atau 235,44 persen, dan dosis ketiga 168.393 orang atau 130,65 persen.
Vaksinasi dosis pertama COVID-19 untuk warga lanjut usia di Kepri mencapai 73.182 orang atau 83,99 persen, dosis kedua 62.160 atau 71,34 persen, dan dosis ketiga 25.884 orang atau 29,71 persen.
Sedangkan vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum dan rentan penyakit mencapai 912.588 orang atau 79,83 persen, dosis kedua 773.393 orang atau 67,65 persen, dan dosis penguat 388.976 atau 34,02 persen.
"Kami imbau masyarakat untuk vaksinasi agar kekebalan tubuh meningkat," ucapnya. (Ant/OL-6)
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved