Minggu 22 Mei 2022, 20:04 WIB

Kemenkes Terima Hibah 4 Alat Skrining Cegah Stunting

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Kemenkes Terima Hibah 4 Alat Skrining Cegah Stunting

ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA
Kader PKK mengukur berat badan bayi di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/4/2022).

 

KEMENTERIAN Kesehatan menerima hibah 4 unit alat Genetic Screening Processor (GSP) dan DBS Puncher PerkinElmer dari PT UBC Medical Indonesia. Alat tersebut digunakan untuk skrining sindrom hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir untuk mencegah stunting dan keterbelakangan mental.

Hipotiroid Kongenital adalah keadaan menurun atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid yang didapat sejak bayi baru lahir. Hipotiroid Kongenital dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dan membuat anak mengalami keterbelakangan mental.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof Dr Abdul Kadir mengatakan skrining sindrom hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir penting untuk dilakukan.

Baca juga: Tinjau Hotel Jemaah Haji di Madinah, Menag Mengaku Puas

"Skrining bertujuan agar pengobatan dapat diberikan sejak dini sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan normal," kata Abdul di Jakarta, Sabtu (21/5).

Seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka stunting, skrining hipotiroid kongenital pada tahun ini akan mulai diakses oleh seluruh bayi baru lahir di Indonesia dengan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Skrining dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Alat Genetic Screening Processor (GSP) dan DBS Puncher PerkinElmer digunakan untuk pemeriksaan kadar TSH dari sampel tetesan darah kering.

Sampel tetesan darah yang diambil dari bayi baru lahir akan dikirimkan ke pusat rujukan pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital yang saat ini ada di 4 rumah sakit rujukan yaitu RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUD Dr. Soetomo.

Kadar TSH < 20 U/mL menunjukan bahwa kadar TSH bayi normal. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap keberhasilan program skrining hipotiroid kongenital, PT UBC Medical Indonesia memberikan hibah 4 unit alat GSP dan DBS Puncher PerkinElmer kepada Kementerian Kesehatan yang akan digunakan di 4 rumah sakit rujukan pemerintah, yakni RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUD Dr. Soetomo.

Hibah alat automatic ini diharapkan akan dapat memperbesar kapasitas pemeriksaan dari masing-masing RS hingga mencapai 2.400 tes perhari. Peningkatan kapasitas pemeriksaan ini sangat penting untuk dapat mencapai target skrining yang dicanangkan oleh pemerintah.

Seremonial hibah alat GSP dan DBS Puncher PerkinElmer dilaksanakan pada Sabtu (21/5) dari PT UBC Medical Indonesia kepada 3 rumah sakit tersebut. (H-3)

Baca Juga

DOK/PII

2.000-an Insinyur Indonesia sudah Bisa Berkiprah di Tingkat ASEAN

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:30 WIB
Sertifikat AER bertujuan untuk memberikan standardisasi dasar terkait profesi insinyur dalam menghadapi persaingan...
DOK.MI

Wakil Ketua MPR: Penanaman Nilai Pancasila Kikis Perilaku Koruptif

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:23 WIB
Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember setiap...
Dok. Kemendikbudristek

SMK Digital Bootcamp, Dorong Lahirnya Talenta Digital di Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:00 WIB
SMK Digital Bootcamp merupakan program pelatihan intensif kepada perwakilan peserta didik dan guru dari SMK pelaksana program Berbasis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya