Selasa 17 Mei 2022, 19:19 WIB

Kementerian PPPA: Aturan Turunan UU TPKS Masih Diproses

Dinda Shabrina | Humaniora
Kementerian PPPA: Aturan Turunan UU TPKS Masih Diproses

Antara
Aksi protes yang menyuarakan perlawanan terhadap kasus kekerasan seksual.

 

KEMENTERIAN PPPA beserta jajarannya masih berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga (K/L) terkait untuk memproses aturan turunan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Dari pascapengesahan di DPR kemarin, kami bersama K/L terkait sedang menyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai tata cara penyusunan perundang-undangan. Masih dalam proses lah,” ujar Nahar kepada Media Indonesia, Selasa (17/5).

Nahar menyebut UU TPKS sudah bisa digunakan. Terkecuali peraturan terkait teknis atau pelaksana yang membutuhkan aturan turunan. Namun, terkait kesaksian atau proses pelaporan kasus kekerasan seksual, lanjut dia, UU TPKS sudah bisa digunakan.

Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

“UU ini sudah bisa digunakan sebetulnya. Yang belum termasuk itu kan seperti detail tentang UPTD PPPA. Nanti teknisnya seperti apa, kan UPTD PPPA yang lama dan baru berbeda," jelasnya.

"Misalnya, tugasnya yang lama itu ada 6, yang baru ada 11. Maka itu perlu peraturan presiden. Nah ini yang masih dalam proses,” imbuh Nahar.

Baca juga: Puan Minta Penculik yang Cabuli Anak Dijerat dengan UU TPKS

Semua jenis tindak pidana kekerasan seksual yang diakomodir dalam UU TPKS, sudah bisa digunakan dalam kasus kejahatan seksual. Adapun jenis kekerasan seksual yang disebut dalam UU TPKS, meliputi pelecehan seskual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, hingga eksploitas seksual.

“Ada juga soal pemberatan hukuman. Misalnya ketika ada tindak pidana yang jika dilakukan antara lain terhadap anak, penyandang disabilitas, perempuan hamil, itu hukumannya diperberat sepertiga,” pungkasnya.(OL-11)


 

Baca Juga

Antara

35,4 Juta Masyarakat Rentan dan Umum Sudah Divaksin Booster

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 04 Juli 2022, 23:28 WIB
Sebanyak 5.327.981 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 7.416.934 petugas...
Antara

Vaksin Booster untuk Syarat Mobilitas Berlaku Dua Minggu Lagi

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 04 Juli 2022, 23:26 WIB
Keputusan itu berdasarkan hasil rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Nantinya, kebijakan anyar diturunkan melalui...
Antara

50 Ribu Orang Divaksinasi Dosis Kedua pada 4 Juli

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 04 Juli 2022, 23:25 WIB
Total 169.168.497 orang telah menerima vaksin lengkap per Senin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya