Senin 16 Mei 2022, 20:45 WIB

Hepatitis Akut tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19

Mediaindonesia | Humaniora
Hepatitis Akut tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sosialisasi tentang penyakit hepatitis akut di Desa Pamayahan, Indramayu, Jawa Barat

 

EPIDEMIOLOG Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan hepatitis varian baru atau banyak disebut hepatitis akut tidak memiliki keterkaitan dengan vaksin COVID-19.

"Perlu kita pahami dan juga kita sebarkan kepada masyarakat bahwa hepatitis yang masih tidak diketahui penyebabnya ini bisa dikatakan tidak berhubungan dengan adanya vaksin COVID-19," kata Riris Andomo Ahmad melalui keterangan resmi UGM di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan penyebab hepatitis varian baru tersebut belum diketahui sampai sekarang sehingga masih disebut "unknown hepatitis".

Karena sifatnya yang timbul secara mendadak dan cepat memburuk, maka hepatitis varian baru ini pun disebut juga dengan "hepatitis akut".

Namun demikian, di tengah-tengah masyarakat, kemudian muncul informasi yang menyebutkan bahwa "unknown hepatitis" ini disebabkan oleh vaksin COVID-19.

Riris mengaku tidak heran hipotesis yang menduga unknown hepatitis disebabkan oleh vaksin COVID-19 bermunculan di masyarakat.

Sebab, dalam beberapa kasus unknown hepatitis di Eropa ditemukan adanya adenovirus.

"Seperti diketahui satu atau dua vaksin COVID-19 dibuat menggunakan teknologi adenovirus sebagai vektor untuk menyebabkan munculnya kekebalan tubuh dari COVID-19," ujar dia.

Baca juga: Update 16 Mei: 21,7 Juta Remaja Tuntas Divaksin Dosis Lengkap

Namun, data pembanding yang ditemukan Riris menyebutkan bahwa semua kasus unknown hepatitis yang dilaporkan di United Kingdom (UK) tidak pernah mendapatkan COVID-19.

Selain itu, adenovirus yang digunakan untuk beberapa vaksin COVID-19 itu pun merupakan virus yang tidak dapat melakukan replikasi atau pengembangbiakan.

Mengenai adenovirus sebagai penyebab unknown hepatitis sejatinya juga masih menjadi hipotesis, sebab adenovirus hanya ditemukan beberapa saja atau bukan pada semua kasus unknown hepatitis. Sehingga, unknown hepatitis tidak berhubungan dengan vaksin COVID-19.

Per 10 Mei 2022, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan bahwa jumlah kasus unknown hepatitis atau hepatitis akut telah mencapai angka 436 dari 27 negara, dengan Indonesia telah masuk di dalamnya.

Di Indonesia sendiri, per 13 Mei 2022, jumlah kasus hepatitis akut tercatat sebanyak 17 kasus, dengan satu diantaranya sudah masuk kategori probable.

Dirjen Maxi pun menyampaikan bahwa investigasi aktif kepada penyebab hepatitis akut ini masih terus dan sedang dilakukan di seluruh dunia.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:55 WIB
Anna mencontohkan dengan bantuan orang tua sesama anak bisa memanfaatkan gawai untuk saling...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

47.427 Peserta Siap Ikuti Ujian Mandiri SIMAK UI 2022

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:45 WIB
Seperti penyelenggaraan ujian pada tahun sebelumnya, ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional dilaksanakan lebih cepat dari ujian S1 Reguler,...
Antara

Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:02 WIB
Pada Selasa (28/6) ini, sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok terbang dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya