Senin 16 Mei 2022, 13:35 WIB

Jengkel, FOM SBM ITB Somasi Rektor dan MWA ITB

Naviandri | Humaniora
Jengkel, FOM SBM ITB Somasi Rektor dan MWA ITB

dok.ITB
Kampus Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB.

 

BUNTUNYA solusi penyelesaian masalah antara Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan pihak manajemen dari Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB, membuat Forum Orangtua Mahasiswa (FOM) SBM ITB melayangkan somasi kepada Rektor ITB, pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) ITB.

Somasi itu berisi permintaan agar masalah di SBM ITB segera diselesaikan tanpa mengurangi mutu standar minimal pendidikan. Sebab berlarut-larutnya masalah ini merugikan mahasiswa dan orang tuanya.

FOM SBM ITB minta, rektor, MWA dan Dekanat SBM ITB untuk bersama-sama mengundang orangtua mahasiswa SBM ITB. memberikan penjelasan secara resmi perkembangan penyelesaian kasus SBM ITB yang sudah berjalan dua semester.  

FOM SBM ITB juga menanggapi pernyataan Rektor ITB dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI pada tanggal 24 Maret 2022 yang lalu, dimana Rektor menyatakan merasa tidak perlu melibatkan orang tua mahasiswa SBM, karena orang tua adalah orang luar. Pernyataan tersebut
jika dipandang dari sisi tata kelola internal adalah suatu hal yang tidak terbantahkan.

"Namun berdasar Undang-undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 7 ayat 1 menyebut orangtua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya, maka upaya yang kami lakukan selama ini untuk peroleh informasi dan kepastian tentang mutu pendidikan di SBM ITB," kata Ali Nurdin selaku perwakilan orangtua mahasiswa SBM ITB di Bandung, Senin (16/5).

Dengan demikian kata Ali Nurdin, upaya yang dilakukan selama ini untuk memperoleh  informasi dan kepastian tentang mutu pendidikan di SBM ITB dilindungi Undang Undang dan sikap Rektor yang menganggap FOM SBM ITB hanya sebagai orang luar tidak dapat dibenarkan.

Selain itu, dengan biaya kuliah di SBM ITB yang cukup tinggi Rektor juga tidak dapat menutup mata bahwa biaya kuliah para mahasiswa SBM ITB tentu berasal dari orang tua sepenuhnya, sehingga sudah sepantasnya jika orang tua berkepentingan terhadap mutu pendidikan di SBM ITB.

Ali Nurdin menjelaskan, FOM SBM ITB  juga telah menemui Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud pada 1 April 2022 untuk menyampaikan permasalahan yang ada di sana. Dalam pertemuan itu, kata Ali, mereka mendapat informasi bahwa Kemendikbud telah meminta MWA ITB dan Rektor ITB untuk menyelesaikannya, tetapi sampai sekarang mereka tak pernah tahu apa permasalahanya telah selesai atau belum.

"Kami telah ajukan surat ke pimpinan MWA ITB per 8 Maret 2022 lalu, yang intinya mengingatkan kembali agar MWA ITB melaksanakan tugas dan wewenangnya. Sampai sekarang tanggapan secara resmi dari MWA ITB kami tak pernah dapatkan," jelasnya.

Baca Juga: Swakelola SBM ITB, Ini Tim Perunding yang Dibentuk Rektor ITB

Menurut Ali Nurdin, sejak Desember 2021 sampai awal Mei 2022 yang sudah memasuki dua semester telah terjadi pengurangan mutu pendidikan di SBM ITB. Misalnya, kata dia, tak ada dosen tamu dari luar negeri dan dosen praktisi, tak ada kegiatan mentoring serta tak ada pengembangan
softskill bagi mahasiswa yang menjalani program double degree/double exchange. Kondisi ini tentunya mempengaruhi penilaian akreditasi AACSB yang sudah diperoleh secara susah payah oleh SBM ITB.

"Dengan ini kami mensomasi Rektor ITB,  MWA ITB dan Mendikbud agar dalam 10 hari kerja sejak somasi ini dikeluarkan, untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di SBM ITB. Dan kami bisa diterima MWA ITB, Rekror ITB dan dekanat secara bersama untuk dapatkan penjelasan resmi mengenai penyelesaian masalah di SBM ITB," tegasnya.

Ali Nurdin menambahkan, pihaknya pernah membaca dari media massa bahwa Rektor ITB telah membentuk Tim Transisi SBM ITB yang terdiri dari perwakilan dari pihak Rektorat ITB dan pihak SBM ITB untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di SBM ITB. Namun, tim transisi ini tidak pernah menyampaikan rencana kerja dan hasil kerjanya kepada publik sehingga pihaknya tidak
tahu bagaimana cara kerja tim transisi ini dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di SBM, apa yang mau dilakukan dan apa saja yang sudah dikerjakannya dan bagaimana dampaknya terhadap mutu pendidikan di SBM ITB.

"Akibatnya sampai saat ini kami tidak tahu apakah tim transisi ini sudah menyelesaikan permasalahan mutu standar minimal pendidikan yang ada di SBM ITB," terangnya lagi.

FOM SBM ITB membuat surat somasi tersebut di Bandung pada 12 Mei 2022 dan ditandatangai oleh Ali Nurdin sebagai perwakilan FOM SBM ITB, bersama dengan 16  perwakilan orangtua mahasiswa lainny. Surat somasi tersebut ditembuskan kepada Senat ITB, SBM ITB, Gubernur Jawa Barat,
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Indonbesia dan Komisi X DPRRI. (OL-13).

Baca Juga: Meski sudah Kuliah Lagi, Persoalan di SBM ITB belum Kelar

Baca Juga

ANTARA/HO.MCH2022

Calon Haji Bervisa tidak Resmi Dipulangkan ke Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 04:15 WIB
Sejumlah jamaah mengaku telah mengeluarkan biaya antara Rp200 juta hingga Rp300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre...
 ANTARA/Maulana Surya

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:55 WIB
Rumor tersebut juga masih saja menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat, bahkan sering kali dijadikan sebagai salah satu alasan untuk...
Antara

50,8 Juta Masyarakat Sudah Divaksin Booster

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:35 WIB
Penyuntikan vaksin dosis kedua juga bertambah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya