Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tim Assesmen SAR UNS Diberangkatkan ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Widjajadi
03/12/2025 20:45
Tim Assesmen SAR UNS Diberangkatkan ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Ilustrasi(MI/Widjajadi)

UNIVERSITAS Sebelas Maret ( UNS ) Surakarta, Rabu pagi (3/12/2025) menberangkatkan tim assesment Bakorlak Emergency SAR UNS ke wilayah Aceh yang baru berduka, karena diterjang bencana alam banjir dahsyat yang menewaskan ratusan jiwa warganya, berikut rusak parahnya lingkungan yang terdampak.

"Ya hari ini, kita mengirimkan tim kecil SAR UNS,  ke lokasi terdampak bencana di Aceh, untuk melakukan assesment atau survei lapangan dan sekaligus pemetaan, untuk mengetahui wilayah terdampak mana yang prioritas perlu dibantu penanggulangan kedaruratannya, juga apa saja yang perlu ditindaklanjuti, terkait bantuan yang diperlukan,"  terang Rektor UNS, Prof Dr Haryono menjawab Media Indonesia di halaman rektorat, Rabu (3/12/2025).

Tim kecil yang akan melakukan survei lapangan di wilayah terdampak bencana Aceh itu terdiri dari tiga orang,  dipimpin koordinator Tim SAR UNS Kloter 1 , Emon Prasetyo, dengan dua anggota pakar penanganan kedaruratan bidang IT, Hamdan serta Solikin yang ahli di bidang sosial kedaruratan.

Menurut Prof Haryono, tim kecil SAR UNS ini akan secepatnya memberikan laporan secepatnya ke kampus, yakni Rabu malam atau beberapa jam seusai mereka tiba di Aceh dan usai survei di lapangan. Terutama jumlah personel relawan kemanusiaan yang harus disusulkan lengkap dengan logistik makanan, bantuan  pakaian, selimut dan obat obatan.

"Bantuan logistik pasti didatangkan, termasuk obat obatan, pakaian, selimut dan yang lain, seperti peralatan mendesak, untuk kelistrikan misalnya. Yang jelas, tim kecil itu Rabu sore bekerja, malam memberikan laporan ke kampus, dan tim gabungan segera menyusul dari Solo," imbuh dia.

Ketua Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana ( BKPB)  UNS, Titis Srimuda mengatakan, bahwa selain memberangkatkan tim survei yang terdiri dari tiga orang ahli di bidang penanggulangan kedaruratan kebencanaan, maka di kampus juga disiapkan tim gabungan medis, IT, psikolog.

"Dari pengalaman bencana Aceh, erupsi Semeru, gempa bumi di Palu dan banjir di Jabar yang lalu, bentuk kebutuhan berbeda beda. Misal di Aceh, ketika usai tsunami ternyata banyak warga yerdampak yang mengalami sakit memilih pengobatan alternatif. Jadi kita menyesuikan, termasuk jenis obat yang dibawa," kata Titis.

Sementara itu koordinator Tim SAR UNS Kloter I, Emon Prasetyo mengatakan, dengan koordinasi di wilayah terdampak bencana di Aceh, diyakini tidak perlu lama untuk menentukan titik titik yang harus didatangi, dan tim relawan SAR apa saja yang harus menyusul dengan segaka kelengkapan yang diperlukan.

"Bencana ekologi Aceh ini dari koordinasi yang kami lakukan membutuhkan penanganan kompleks. Kami tentu menyikapi dengan seksama, dan akan membawa tim susulan yang lengkap dengan jumlah memadai berikut barang bawaan bantuan kemanusiaan yang disertakan," tandas Emon yang puluhan tahun malang melintang dalam penanggulangan kebencanaan.

Pada bagian lain, Rektor UNS Prof Haryono mengatakan, bahwa kampus kini juga sedang menginventarisasi mahasiswa dan keluarga yang ikut menjadi korban bencana di Sumatera. "Kami inventarisasi, dan nanti oasti ada kebijakan bantuan dari kampus," sambung dia.

Terkait dana kamanusiaan untuk bencana Sumatra sendiri, Haryono menegaskan bahwa penggalangan dana terus diupayakan dan nanti segera disalurkan. Saat ini dana kemanusiaan untuk bencana Aceh sudah terkumpul Rp 100 juta lebih. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya