Rabu 11 Mei 2022, 08:45 WIB

Jumlah Orang yang Ditegur karena Abai Prokes Naik Dua Kali Lipat Saat Mudik

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Jumlah Orang yang Ditegur karena Abai Prokes Naik Dua Kali Lipat Saat Mudik

ANTARA/Anis Efizudin
Polisi membagikan masker saat mengatur arus lalu lintas di jalur mudik di jalan utama kotaTemanggung, Jawa Tengah.

 

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan jumlah orang yang terkena teguran akibat abai dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) naik dua kali lipat saat mudik 2022 lalu.

"Terjadi kenaikan jumlah orang yang dipantau dan ditegur di tempat wisata, itu sebesar lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia Per 10 Mei 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (10/5).

Wiku menuturkan bila melihat data pemantauan protokol kesehatan di masa menjelang cuti bersama pada 24-30 April 2022 hingga Idulfitri pada 1-7 Mei 2022, angka kepatuhan selama pelaksanaan cuti bersama dari 27 provinsi terpantau sebanyak 49,5% tidak patuh memakai masker.

Baca juga: Hindari Macet, Pengendara Pilih Pulang Mudik Hari Ini

Pelanggaran tersebut banyak terjadi di sekitar area restoran atau kedai makanan. Sedangkan di area permukiman ada sebesar 22,1% masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Kemudian persentase mobilitas masyarakat yang keluar rumah pada saat libur Lebaran 2022 mencapai 48,1% dan mobilitas dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 3,64%.

"Terjadinya peningkatan mobilitas yang cukup tinggi sebesar 44,46% yang tinggi pada saat Lebaran tahun ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian dengan meningkatnya indeks belanja mandiri sebesar 31%," ucap Wiku.

Menurut Wiku, saat ini, Indonesia memang sudah tidak lagi masuk dalam kondisi kedaruratan penanganan covid-19 dan sedang menuju ke fase endemi. Hanya saja, tingginya mobilitas masyarakat berbarengan pula dengan penurunan jumlah orang yang dites covid-19.

Hal tersebut menyebabkan setiap pihak harus terus meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada pihak yang tertular maupun menularkan virus antarsesama. Wiku menekankan penularan covid-19 tidak pernah mengenal batas suatu wilayah, namun bukan berarti tidak bisa diantisipasi sama sekali.

Antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan segera melakukan pemeriksaan apabila merasakan gejala covid-19 seperti batuk, pilek dan demam setelah mengikuti mudik dan melindungi diri dengan disiplin protokol kesehatan termasuk mengikuti vaksinasi hingga mendapatkan dosis penguat (booster).

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak yang relatif aman dan mencuci tangan. Hal itu masih sangat diperlukan pasca Lebaran ini untuk meminimalisir efek bola pimpong penularan covid-19," ujar dia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

dok.humas kemenparekraf

Sandiaga Dukung Pengusaha Lokal dengan Pelatihan UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 18:47 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno bersama Yayasan Indonesia Setara dan Relawan Sahabat Sandi Uno memberikan Pelatihan Pemberdayaan UMKM kepada para...
Antara

Update 26 Mei: 167,1 Juta Orang Tuntas Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 18:43 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...
ANTARA

Diduga Keracunan, Gajah Hamil di Bengkalis Ditemukan Mati

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 17:20 WIB
Gajah betina yang mati dalam kondisi hamil itu diduga anggota kawanan gajah seruni karena di sekitar lokasi bangkai gajah itu ada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya