Selasa 10 Mei 2022, 10:51 WIB

Wapres Amin Lepas Tukik Ke Laut Jaga Kelangsungan Hidup Penyu

Fetry Wuryasti | Humaniora
Wapres Amin Lepas Tukik Ke Laut Jaga Kelangsungan Hidup Penyu

dok.Ant
Pelepasaan tukik atau anak penyu

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin beserta Wury Ma’ruf Amin melakukan pelepasan anak penyu/tukik di Pantai Kuta yang terletak di belakang Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC), Badung, Bali, Selasa Pagi (10/5)

Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk seraya memanjatkan harapan agar kelestarian hidup penyu di alam bebas dapat terus berlangsung di tengah tantangan alam yang ada, baik yang berasal dari predator, perubahan iklim, maupun tangan jahil manusia.

Dengan berjongkok, Wapres beserta Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin secara perlahan melepaskan tukik ke alam bebas yang diikuti langkah alami para anak penyu ke arah laut.

Pada kesempatan yang sama, Founder Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC) I Gusti Ngurah Tresna, yang memandu jalannya pelepasan tukik. Ia juga memaparkan tentang siklus hidup penyu yang nantinya akan kembali lagi ke tempat pertama penyu tersebut menetas.

“Habitat penyu ada di tengah laut, 60 jam berenang, empat hari tidak makan berenang terus, nantinya 25 tahun kemudian akan kembali ke tempat menetas,” kata I Gusti..

Namun, pengelola yang sudah mengabdi selama 20 tahun tersebut menyayangkan, rentannya siklus hidup penyu membuat tidak banyak anak tukik yang mampu bertahan hidup. "(Hanya satu) yang dapat bertahan hidup dari 1.000 anak penyu,” terangnya.

Di sisi lain, relawan terlatih dari KBSTCC Yossy Wijaya, pada momen yang sama turut menjelaskan mitologi dari penyu tersebut.

“Penyu sendiri secara mitologi memiliki mitos sebagai pembawa berkah keberuntungan dan usia panjang serta sebagai penjaga laut dan bumi ini, dan secara ekologi kehidupan laut, mereka adalah indikator bahwa pinggiran laut itu sehat airnya dan bebas polusi sehingga aman untuk berenang dan berwisata,” ungkap Yossy.

Sebagai informasi, KBSTCC dibentuk sebagai bagian dari proses perlindungan satwa penyu yang datang bertelur di Pantai Kuta. Proses perlindungan berupa konservasi relokasi telur penyu hingga proses menetas dan akan dilepas kembali ke laut usai penetasan. Proses ini secara edukatif dan praktikal dilakukan oleh para pengurus KBSTCC dengan dampingi oleh I Wayan Wiradnyana, Founder BSTS. (OL-13)

Baca Juga: Mahasiswa Fapsi Unpad Raih Juara di Ajang Psychology Fair 2022

Baca Juga

Dok. Pribadi

Mahasiwa Penyandang Disabilitas Ini Dinobatkan Jadi Wisudawan Berprestasi Untar 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:36 WIB
Pada wisuda tersebut, mahasiswa S2 Psikologi Terapan Untar, Andre Genta Sanjaya berhasil meraih penghargaan wisudawan...
Unair

Cegah Penularan Penyakit Mulut dan Kuku, Pakar Beberkan Cara Disinfeksi

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:30 WIB
Fedik Abdul Rantam mengingatkan pentingnya upaya disinfeksi di kawasan lingkungan...
Istimewa

UGM Hasilkan Ratusan Permohonan Paten Baru, Terbanyak Bidang Kimia Hayati

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:05 WIB
UGM mendapat penghargaan World Intellectual Property Organization (WIPO) Intellectual Property Enterprise Medal karena berhasil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya