Sabtu 07 Mei 2022, 13:30 WIB

RSPI Belum Terima Rujukan Pasien yang Dicurigai Hepatitis Akut

Atalya Puspa | Humaniora
RSPI Belum Terima Rujukan Pasien yang Dicurigai Hepatitis Akut

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

 

RUMAH Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk menjadi RS rujukan bagi pasien bergejala hepatitis akut misterius.

Adapun, hingga saat ini Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengaku belum ada pasien yang dirujuk ke tempatnya karena dicurigai mengidap hepatitis akut. "Sampai saat ini belum ada," kata Syahril saat dikonfirmasi, Sabtu (7/5).

Meski demikian, Syahril memastikan bahwa RSPI Sulianti Saroso sudah siap untuk menghadapi kasus hepatitis akut tersebut. Beberapa hal yang telah dipersiapkan antara lain SDM, mulai dari dokter, perawat dan penunjang lain dan ruang isolasi di IGD, rawat inap dan ICU.

"Selain itu persiapan laboratorium untuk penunjang diagnosis dan alat dan obat-obatan," imbuh Syahril.

Terpisah, Ketua Unit Kerja Koorniasi Gastro Hepatologi IDAI Muzal Kadim mengungkapkan bahwa sesuai dengan prosedur tata laksana yang telah dikeluarkan IDAI, anak yang masuk dalam kategori probable akan dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan ke orang lain. Selain itu, dilakukan tirah baring bagi anak yang telah memasuki fase akut.

Baca juga: Inilah Langkah Pertolongan Pertama pada Anak yang Dicurgai Hepatitis Akut

Kemudian, dokter akan melakukan monitoring perjalanan klinis dan pemeriksaan laboratorium terutama untuk PT/INR dan albumin.

Muzal melanjutkan, karena hingga saat ini hepatitis akut pada anak belum diketahui penyebab dan obatnya, maka anak akan mendapatkan pengobatan supportive.

"Jadi nanti akan dipantau gula darah, elektrolitnya dipantau. Semua pengobatan bersigat supportive agar tubuh bisa mengubati dirinya sendiri untuk melawan virus. Itu yang menjadi penting," beber dia.

Adapun, bagi orang tua yang telah berkontak dengan anak yang dicurigai terserang hepatitis akut misterius, Muzal menyatakan tidak perlu khawatir. Karena virus tersebut diketahui hanya menyerang anak di bawah usia 16 tahun.

"Untuk orang dewasa sampai saat ini tidak ada yang terjangkit, jadi ini khusus pada anak. Jadi anak harus membatasi kontak dengan memisahkan alat makan dan sebagainya karena ini kan penularannya secara oral," imbuh dia. (OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:55 WIB
Anna mencontohkan dengan bantuan orang tua sesama anak bisa memanfaatkan gawai untuk saling...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

47.427 Peserta Siap Ikuti Ujian Mandiri SIMAK UI 2022

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:45 WIB
Seperti penyelenggaraan ujian pada tahun sebelumnya, ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional dilaksanakan lebih cepat dari ujian S1 Reguler,...
Antara

Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:02 WIB
Pada Selasa (28/6) ini, sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok terbang dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya