Minggu 01 Mei 2022, 12:00 WIB

Ahli Gizi Sebut Puasa Sebagai Cara Mengatur Pola Makan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ahli Gizi Sebut Puasa Sebagai Cara Mengatur Pola Makan

Freepik
Ilustrasi

 

DOKTER Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia Diana Felicia Suganda mengatakan puasa adalah salah satu cara mengatur pola makan demi kebaikan tubuh.

"Kita bisa melakukan puasa sebagai diet atau dalam artian pengaturan pola makan," kata Diana, yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya melalui pesan elektronik, ditulis Minggu (1/5).

Ibadah yang berlangsung sepanjang Ramadan ini adalah salah satu cara mengatur pola makan karena seseorang harus membatasi jam makan saat melakukannya. Selama puasa, seseorang hanya boleh makan dan minum setelah matahari terbenam hingga matahari terbit.

Baca juga: Keutamaan Puasa Syawal, Kenapa seperti Puasa Setahun Penuh?

"Mau tidak mau jam makan terbatas, ada aturan kapan boleh makan dan kapan tidak boleh makan," katanya.

Puasa bisa menjadi praktik pengaturan pola makan yang benar bila seseorang bisa mengatur diri untuk tidak kalap saat berbuka puasa serta memilih asupan yang bergizi.

"Caranya agar bisa diet selama puasa, saat boleh makan di jam sahur dan berbuka, pola makan harus tetap diatur," katanya.

Porsi makanan yang dikonsumsi harus seimbang, tidak kurang atau berlebihan. Penuhi kebutuhan karbohidrat, protein juga vitamin dan serat lewat hidangan seperti nasi, ayam, tahu, buah dan sayuran.

Dia menyarankan untuk berbuka puasa dengan buah-buahan atau cairan seperti air kelapa, atau smoothies yang dibuat dari campuran buah dan yogurt atau susu.

"Sahur boleh makan nasi sebanyak 3-4 sendok makan, masukkan juga protein hewani, seperti ayam, lalu tahu, sayur dan buah. Demikian juga saat makan malam," ungkapnya.

Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, dalam seporsi makanan, separuh piring makan seharusnya terdiri dari sayur dan buah. Separuh lagi terdiri dari protein dan karbohidrat.

Dalam setiap sajian, sebaiknya juga memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi gula yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan). Untuk garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/

Agen Perjalanan Ini Tawarkan Sejumlah Kemudahan untuk Umrah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:35 WIB
Perusahaannya sangat memahami kebutuhan kaum muslim yang akan menjalankan...
Antara

Dua Faktor Ini Membedakan Subvarian BA.4 dan BA.5 dengan Varian Lain

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:14 WIB
Banyak mutasi virus yang menyebabkan tingkat keparahan tinggi. Namun, ada mutasi virus yang membuat penyakit lebih lemah, karena ketika...
MI/BARY

Jus Jambu Biji Ampuh Naikkan Trombosit Saat DBD, Fakta Atau Mitos?

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 19:25 WIB
Setidaknya, saat pasien meminum jus jambu, dia telah berusaha memenuhi kebutuhan cairan yang kurang di dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya