Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan pengurangan tutupan lahan mangrove akan terus terjadi setiap tahun.
Bedasarkan pengamatan dari Pusat Studi Standardisasai Instrumen Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim KLHK, terdapat dua skenario dari pengurangan tutupan lahan mangrove. Rinciannya, deforestasi bersih (net deforestation) dan deforestasi kotor (gross deforestation).
Pada skenario net deforestation, diproyeksikan kehilangan tutupan lahan mangrove seluas 12.828 per tahun. Artinya pada 2024, diperkirakan terjadi kehilangan lahan mangrove sebsar 51.272 hektare dan pada 2030 sebesar 128.180 hektare.
Baca juga: KLHK Bentuk Task Force Tangani Kebun Sawit Ilegal
Lalu, pada skenario gross deforestation, rata-rata penuruan tutupan lahan mangrove per tahun bisa mencapai 26.144 hektare. Sehingga, pada 2024 diproyeksikan terjadi kehilangan lahan mangrove sebesar 104.456 hektare dan pada 2030 sebesar 261.140 hektare.
"Kita tahu bahwa tidak semua hutan mangrove bertatus kawasan hutan. Ada juga yang ada di luar kawasan hutan. Sesuai dengan tata ruang, kita belum ada regulasi. Seperti gambut, di mana ada gambut lindung dan budi daya," jelas Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono dalam suatu acara, Senin (18/4).
"Nah, yang di mangrove ini kita sedang menyiapkan regulasi. Semua stakeholder yang mengelola harus mengikuti kaidah yang berlaku," imbuhnya.
Baca juga: Problem Sampah Plastik di Tahura Ngurah Rai Belum Ada Solusinya
Mengacu data KLHK, lahan mangrove secara nasional memiliki luas 3,36 juta hektare. Pengurangan lahan mangrove juga disebabkan adanya kawasan yang telah diproyeksikan menjadi tambak, kawasan permukiman, serta perindustrian. Mau tidak mau, pengurangan lahan mangrove akan terus terjadi.
Selain itu, terdapat 710 ribu hektare kawasan eks mangrove yang telah dikonversi menjadi tambak dan pemukiman. Beberapa dari area tersebut masih berstatus kawasan hutan.
"KLHK dan provinsi ingin memastikan, apakah kawasan eks ekosistem mangrove ini akan dipertahakan sebagai kawasan hutan. Kita rehabilitasi atau akan dilepas untuk dimanfaatkan sebagai keperluan lain," pungkas Hartono.(OL-11)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
KOMISI VII DPR RI mendesak evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam kelestarian terumbu karang.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tuntutan daya saing global, kemajuan industri tidak harus mengorbankan kelestarian alam.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meminta mereka yang hendak mendaki mendaftar secara daring lebih dulu.
PT International Shipping (PIS) mengadakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen menjaga dan melestarikan keberlangsungan ekosistem laut.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) meresmikan Desa Wisata Senteluk di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai desa binaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved