Kamis 10 Februari 2022, 13:50 WIB

Problem Sampah Plastik di Tahura Ngurah Rai Belum Ada Solusinya

Arnoldus Dhae | Nusantara
Problem Sampah Plastik di Tahura Ngurah Rai Belum Ada Solusinya

MI/Ruta Suryana
Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai Bali masih terkendala kebersihan khususnya sampah plastik.

 

KEPALA UPT Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai, I Ketut Subandi pusing dengan masalah sampah
plastik di wilayahnya. Apalagi sampah yang masuk ke areal Tahura  ini adalah sampah plastik dari berbagai jenis.

"Sampah itu datang dari berbagai hulu di Bali lalu masuk ke areal Tahura Ngurah Rai. Selain sampah plastik juga sampah organik, tetapi tetap saja merusak tanaman mangrove dan berbagai vegetasi pesisir lainnya. Ini adalah persoalan lama yang sudah krusial dan hingga kini belum ada solusi yang tepat," ujar Subandi, kemarin.

Menurut Subandi, sampah tersebut diairi dari hulu, masuk melalui muara ke laut, dan dari laut kemudian diseret ombak dan arus laut masuk ke areal mangrov. Karena datang bersama air laut maka seringkali masuk sampai di akar-akar paling dalam dari Mangrove tersebut.

Kondisi ini hampir merata mulai dari Kedongan, Suwung, Benoa hingga ke beberapa areal lainnya. Bila dibiarkan terlalu lama maka akan merusak Mangrove dan bisa menimbulkan layu dan mati. Solusinya adalah agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai, selokan, got yang akhirnya terbawa hingga ke muara dan ke laut.

"Gubernur Bali sudah mencanangkan pengolahan sampah berbasis sumber. Namun sepertinya tidak didukung oleh pemahaman, dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengolahan atau pemilahan sampah berbasis sumber," ujarnya.

Akibatnya masyarakat tetap saja membuang sampah di berbagai tempat dan tidak terurus dengan baik. Hasil akhirnya sampah dan terutama sampah plastik sampai ke laut dan ke Mangrove di Tahura Ngurah Rai.

Ia menegaskan, Tahura Ngurah Rai akan menjadi showcase bagi tamu saat KTT G-20 nanti di Bali. "Selama ini sampah di Mangrove dibersihkan secara berkala. Pembersihan dan pengangkutan sampah dari Tahura bukan karena akan ada tamu saja tetapi lebih karena upaya menyelamatkan Mangrove itu sendiri," ujarnya.

Upaya ini tentu saja tidak dilakukan bila kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah dengan benar mulai dari hulu. Ia juga tidak menampik jika menjelang KTT G-20 nanti, petugas akan dengan konsisten membersihkan sampah di Mangrove agar wajah Tahura Ngurah Rai menjadi indah di mata para delegasi. (OL-13)

Baca Juga: Mayat Perempuan dalam Dus, Polisi Sebut Korban Pembunuhan

 

Baca Juga

MI/DJOKO SARDJONO

Bakti Sosial Jumat Berkah, Polres Klaten Bagikan 650 Paket Beras Kepada Warga Terdampak Penaikan Harga BBM

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 30 September 2022, 13:30 WIB
Kegiatan bakti sosial Jumat Berkah yang dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten, juga melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, pers,...
MI/MARCEL KELEN

Keluarga Persilakan KPK Periksa Lukas Enembe di Jayapura

👤Marcel Kelen 🕔Jumat 30 September 2022, 13:25 WIB
Pihak keluarga tak akan mengizinkan Lukas Enembe untuk keluar dari kediaman dan mempersilakan penyidik KPK untuk datang memeriksanya di...
MI/VOUCKE LONTAAN

Archi Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi Aspek Keselamatan Pertambangan

👤Voucke Lontaan 🕔Jumat 30 September 2022, 13:15 WIB
Dalam ajang ini,  PT MSM dan PT TTN, juga  meraih penghargaan pada tiga aspek untuk pemegang Kontrak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya