Jumat 01 April 2022, 13:51 WIB

Tindak Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Ancam Masa Depan Bangsa

Putra Ananda | Humaniora
Tindak Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Ancam Masa Depan Bangsa

dok.ant
Mural stop kekerasan seksual digoreskan di dinding jalan

 

PARA pemangku kepentingan di bidang pendidikan harus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan melindungi korban serta mendukung proses hukum tindak kekerasan seksual yang terjadi di lingkungannya. Karena tindak kekerasan seksual di lingkungan pendidikan mengancam masa depan bangsa.

"Masyarakat harus peduli terhadap kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan mereka, termasuk di lembaga-lembaga pendidikan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/4).

Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Satuan Pengawas Intern (SPI) Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia 2022, yang digelar Kamis (31/3), menyinggung soal tindak kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi yang akan menghambat terwujudnya pelaksanaan program Kampus Merdeka dan pencapaian tujuan program tersebut.

Tindak kekerasan seksual yang terjadi di perguruan tinggi, ujar Irjen Kemendikbudristek, Chatarina Muliana Girsang memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan kekerasan seksual di satuan pendidikan mulai PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK. Karena itu, perlu pemahaman yang holistik dalam penanganan pencegahannya.

Sementara proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sedang berlangsung antara Pemerintah dan DPR RI, menurut Lestari, kepedulian masyarakat terhadap tindak kekerasan seksual yang terjadi di lingkungannya sangat diperlukan.

Rerie, sapaan akrab Lestari menghargai sejumlah upaya yang mulai dilakukan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dalam mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual di kampus.

Apalagi, ujarnya, kasus tindak kekerasan seksual di lembaga pendidikan dapat mengganggu pelaksanaan program pendidikan yang diterapkan.

Menurut Rerie, keberpihakan dan dukungan komunitas di setiap perguruan tinggi dan satuan pendidikan lainnya dalam pencegahan dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkunganya harus terus ditingkatkan.

Karena, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, tindak kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan berdampak merusak yang luar biasa.

Selain secara fisik dan mental merusak korban, ujar Rerie, tindak kekerasan seksual yang dilakukan oknum pendidik juga merusak kredibiltas lembaga pendidikan secara umum.

Sehingga, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, sangat berharap para pemangku kepentingan di sektor pendidikan baik di tingkat pusat dan daerah memberi perhatian serius terhadap berbagai upaya untuk mencegah dan melindungi peserta didik dari ancaman tindak kekerasan seksual. (OL-13)

Baca Juga: Menteri PPPA Bintang Sebut Perempuan Masih Alami Beban Ganda

Baca Juga

MI/HO

Masyarakarat dan Pengelola Berkolaborasi Lindungi Populasi dan Habitat Pari Mantra

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 00:22 WIB
Potensi mengenai populasi pari manta dan habitat mereka di kawasan ini masih belum banyak...
Dok Dompet Dhuafa

Kolaborasi Dompet Dhuafa-Lotte Mart di Tebar Hewan Kurban

👤Media Indonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:55 WIB
KOLABORASI program tebar hewan kurban (THK) yang digaungkan Dompet Dhuafa bersama Lotte Mart memasuki tahun...
MI/ANTON

UI Raih Penghargaan Tertinggi Liga PTN BH

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:05 WIB
IKU merupakan ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya