Rabu 23 Maret 2022, 20:15 WIB

Paviliun Indonesia dan UMKM Bali Meriahkan COP-4 Minamata

mediaindonesia.com | Humaniora
 

PENYELENGGARAAN The Fourth Conference of the Parties Minamata Convention on Mercury (COP-4 Konvensi Minamata) di Bali menjadi salah satu kegiatan internasional yang dipercayakan kepada Indonesia. Sebanyak lebih kurang 500 orang delegasi dari berbagai negara hadir secara langsung di Bali untuk pertemuan ini.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) membangun Paviliun Indonesia selama penyelenggaraan COP-4 Konvensi Minamata pada 21-25 Maret 2022. Selain Paviliun Indonesia, terdapat juga pameran-pameran dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali.

Paviliun Indonesia menampilkan beberapa stakeholder yang mencerminkan pembangunan lingkungan dan kehutanan. Materi yang disampaikan pada Paviliun Indonesia antara lain terkait kebijakan penanganan merkuri dan limbah B3, pengelolaan pariwisata di kawasan konservasi seperti Taman Nasional (TN) Bali Barat dan Komodo.

Baca Juga: Dari Indonesia untuk Dunia, Bali Declaration Cegah Perdagangan Ilegal Merkuri

Selain itu, terdapat juga partisipasi dari beberapa Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang membawa produk seperti kopi dan produk olahan jahe. Kesenian tradisional Bali berupa musik Rindik dan Tarian Joged Bumbung menarik para delegasi yang hadir di COP-4 ini.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Nunu Anugrah menyampaikan bahwa setiap penyelenggaraan pameran, baik di dalam maupun luar negeri, pihaknya selalu membawa nilai-nilai kebudayaan lokal untuk ditampilkan, selain utamanya adalah pesan keberhasilan program KLHK.

Kehadiran Paviliun Indonesia dengan produk KUPS dan juga UMKM Bali pada penyelenggaraan COP-4, menurut Nunu Anugrah, juga menjadi tanda bahwa perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya di Bali sudah mulai pulih.

"Kondisi berat pada masa pandemi telah berangsur membaik. Pemerintah, termasuk KLHK terus menerus memberikan dukungan masyarakat untuk bangkit melalui kerangka Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN," terang Nunu.

Staf dari Balai TN Bali Barat, Hery Kusumanegara yang turut menjadi booth interpreter di Paviliun Indonesia menjelaskan bahwa sejak pembukaan, para delegasi internasional tertarik dengan kesenian tradisional yang ditampilkan. Selain itu, mereka juga meminati souvernir khas Bali berupa kipas dan udeng motif khas Bali.

"Alhamdulillah pengunjung ramai dan terhibur, kami juga memberikan informasi terkait wisata alam di TN Bali Barat dan responnya sangat baik. Semoga mereka dapat berkunjung ke sana setelah COP," ungkap Hery. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

KLHK: Semester I 2022, Luas Karhutla Turun 19,1%

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 13:06 WIB
Perhitungan luas kebakaran hutan dan lahan sepanjang Januari-Juli 2022 menggunakan data dari citra satelit Landsat 9 (OLI), satelit Landsat...
Ist

Mooncake Premium Sehat dan Rendah Gula ala Xiang Fu Ha di Vasa Hotel Surabaya

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 12:31 WIB
Komunitas Tionghoa di Surabaya merayakan festival ini dengan pertukaran kue bulan (mooncake) yang...
MI/Gana

Masyarakat Diingatkan Soal Pentingnya Deteksi Dini Kanker

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 12:00 WIB
Berbagai kanker bila diketahui sejak stadium awal bisa ditangani lebih mudah dan penderitanya dapat lebih mudah untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya