Jumat 18 Maret 2022, 21:37 WIB

Distribusi dan Penyimpanan AMDK Rawan Terpapar Sinar Matahari, Perlu Pengawasan Pascapasar 

Mediaindonesia.com | Humaniora
Distribusi dan Penyimpanan AMDK Rawan Terpapar Sinar Matahari, Perlu Pengawasan Pascapasar 

Dok. YLKI
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus badi dalam diskusi mengenai distribusi dan penyimpanan AMDK

 

PRODUK air minum dalam kemasan (AMDK) telah dilindungi dengan regulasi secara ketat mulai dari hulu, proses produksi, distribusi, hingga ke pengguna. Namun, survei distribusi dan pemasaran AMDK yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menunjukkan, masih ada prosedur yang tidak memenuhi standar. 

Hal itu terlihat dari 61 persen pengangkutan AMDK menggunakan kendaraan truk terbuka, dan hanya 13 persen yang menggunakan truk/mobil tertutup. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, dengan kendaraan terbuka, AMDK berpotensi terpapar sinar matahari. 

Pola penyimpanan di kalangan pedagang juga membuat AMDK rentan terpapar matahari. Hal itu terlihat dari 45% toko yang disurvei menyimpan AMDK di tempat yang rentan terpapar sinar matahari, biasanya dengan disimpan di bagian luar toko. 

"Pola pengangkutan dan penyimpanan yang tidak benar karena terpapar matahari berpotensi merusak kualitas produk AMDK dan berpotensi menimbulkan migrasi polutan tertentu dalam AMDK, termasuk unsur BPA,: kata Tulus dalam diskusi virtual, Jumat (18/3). 

Baca juga : Dukung Perjuangan Perempuan Melawan Kanker, WOM FInance Berikan Donasi Lewat YKPI 

Ia mensinyalir, pola distribusi dan penyimpanan yang rentan terpapar sinar matahari itu, karena mayoritas tidak mendapatkan edukasi cara penyimpanan yang baik dan benar dari produsen maupun asosiasi produser. Tulus menegaskan, edukasi perlu dilakukan dengan gencar. 

Untuk mengecilkan faktor risiko AMDK terpapar sinar matahari, Tuluus mendorong pemerinrtah melalui BPOM, dan Pemda, beserta produsen untuk meningkatkan pengawasan pascapasar, sehingga distribusi dan penyimpanan AMDK lebih memenuhi standar. 

"Selain itu perlu juga memperbesar ukuran tulisan petunjuk penyimpanan AMDK pada label kemasa produk agar mudah terbaca oleh konsumen dan penjual," ujarnya. 

Tulus menambahkan, YLKI juga mendorong pihak produsen, BPOM< dan Asosiasi agar lebih gencar lagi dalam melakukan edukasi dan diseminasi pada penjual dan konsumen mengenai distribusi dan penyimpanan AMDK. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. AMJO 3

Art Moments Jakarta Online 3 Hadirkan Malam Spesial untuk Pencinta Seni dan Fesyen

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:09 WIB
acara daringnya bergulir pada 10 Juni hingga 31 Agustus 2022 dan dapat diakses di...
ANTARA/Didik Suhartono

Kasus PMK: 283.606 Ekor Sapi Terjangkit PMK di 19 Provinsi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:09 WIB
Kasus dengan jumlah tertinggi di provinsi Jawa Timur sebanyak 114.921 kasus, NTB sebanyak 43.282...
ANTARA

Ini Fatwa MUI Tentang Hukum Hewan Kurban Saat Wabah PMK

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 15:52 WIB
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban Idul Adha tahun ini aman, nyaman sehingga tidak terlalu khawatir adanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya