Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung koroner masih jadi salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Di sisi lain, metode pengobatan yang dilakukan saat ini masih terbatas dan terbilang sangat mahal bagi kalangan menengah ke bawah.
Untuk itu, sejumlah peneliti dari perguruan tinggi Indonesia mengadakan penelitian untuk menemukan terobosan baru dengan memanfaatkan rekayasa jaringan yang menjadi solusi bagi para penderita jantung koroner dan infrak jantung. Sel-sel otot jantung yang lemah atau mati dapat dipulihkan melalui patch sel punca.
Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian antara tim peneliti dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof Drh Deni Noviana, PhD, DAiCVIM, Prof Drh Arief Boediono PhD, PAVet(K), Dr Drh Gunanti MS, Drh Dwi Utari Rahmiati, MSi dengan tim Institute of Medical Education and Research in Indonesia (IMERI) Universitas Indonesia (UI) Dr dr Normalina Sandora, MCE dan dr M Arza Putra, Sp.BTKV(K). Penelitian ini menggabungkan disiplin ilmu spesialis bedah toraks dan regenerative medicine dengan bedah radiologi hewan dan embriologi.
“Ide yang pertama adalah mencari hewan model terlebih dulu. Kemudian hewan model ini dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Langkah berikutnya yaitu mencari alternatif pengobatannya yakni terapi infark jantung dengan sel punca ini,” ujar Prof Deni.
Menurutnya, terapi infark jantung dengan sel punca ini dimulai dengan inovasi hewan model infark jantung. Hewan model yang dipilih merupakan hewan dengan anatomi dan fisiologi yang hampir mirip dengan manusia, yakni babi.
“Penciptaan hewan model ini terbilang cukup sulit dan menantang. Babi perlu diikat pembuluh darah cabang proksimal arteri sirkumflexa yang berada di permukaan otot jantungnya. Pembuluh darah babi diikat agar dapat menciptakan kerusakan sel otot jantung yang mirip dengan pasien infark jantung,” tutur Deni.
Penggunaan hewan ini, lanjutnya, tetap memperhatikan kaidah 3R yakni replace, reduce dan refinement. Inovasi hewan model infark jantung ini bahkan akan dipatenkan.
Ia menambahkan, pembuatan patch sel punca bagi terapi infark jantung tersusun atas sel punca dari plasenta anak babi. Sel epitel amnion yang telah dipanen digabungkan dengan kardiomiosit kemudian ditempelkan pada luka. Formulasi ini dibuat seperti patch stiker.
Lembaran tipis jaringan ini mengandung banyak sel punca agar sel otot jantung yang rusak atau mati dapat beregenerasi. "Dibandingkan dengan teknik pengobatan infark jantung yang lain, kita ingin memberikan alternatif pengobatan yang bersifat regeneratif dengan sel punca dari plasenta. Sehingga sel otot jantung yang telah rusak akan pulih kembali,” tambahnya.
Deni menyampaikan bahawa terapi ini terbukti sukses melalui hasil penelitian dengan parameter yang terukur. Hasilnya terlihat sekitar delapan hingga sepuluh minggu setelah terapi sel punca dilakukan, sel otot jantung hewan model yang rusak atau mati, dapat pulih dan normal kembali.
Tim peneliti berharap tahap uji para klinis ini dapat dilanjutkan dengan penelitian lanjutan agar dapat segera diterapkan pada manusia. "Tentu saja harapan peneliti, secara bertahap, terapi ini dapat diterapkan pada manusia sebagai alternatif teknik pengobatan infark jantung yang sudah ada,” pungkasnya.(H-1)
Para peneliti di Jepang menilai terapi ini memiliki potensi besar untuk menangani berbagai kondisi medis, mulai dari penyakit degeneratif, gangguan saraf, hingga kerusakan organ.
Celltech hadirkan inovasi terapi stem cell presisi tanpa operasi menggunakan teknologi C-Arm di RSPPN. Solusi regenerasi sendi dan vitalitas.
Riset terbaru memetakan 7 juta sel di 21 organ tubuh untuk mengungkap rahasia penuaan. Benarkah proses penuaan dimulai sejak usia muda dan berbeda antara pria-perempuan?
Peneliti HKUMed temukan protein Piezo1 yang bertindak sebagai sensor olahraga pada tulang. Inovasi obat baru untuk cegah osteoporosis tanpa gerak fisik.
Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam jurnal Cell, para peneliti mendokumentasikan bahwa respons seluruh tubuh pada salamander axolotl ini dipicu oleh sistem saraf simpatik
WORLD Stem Cell Summit 2025 atau KTT Sel Punca Global berlangsung di Amsterdam, Belanda.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Penyakit jantung tak hanya dipengaruhi genetik. Ahli Mayo Clinic menyebut gaya hidup punya peran lebih besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved