Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mempersiapkan perencanaan pembangunan 25 stasiun riset untuk pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan dan bioprospeksi yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kita merencanakan membangun atau mengembangkan stasiun riset ini yang setelah lima tahun diharapkan jadi swakelola berbasis collaborative management (manajemen kolaboratif) oleh para periset yang bisa jadi nantinya banyak diisi oleh mahasiswa dari universitas dan pihak lain yang terlibat di dalamnya," kata Kepala Pusat Riset Biologi BRIN Anang S Achmadi di Jakarta, Selasa (1/3).
Anang menuturkan rencana pengembangan stasiun riset di 25 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut masih dalam proses persiapan dan inisiasi kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang terdapat di masing-masing kandidat lokasi stasiun riset, dari mulai unit pelaksana teknis kementerian/lembaga, akademisi, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat maupun masyarakat.
Pembangunan stasiun riset riset tersebut ditargetkan terlaksana pada 2023 atau 2024, sebagai pengembangan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan di masing-masing daerah, dan sebagai implementasi dalam menjawab tantangan akan critical mass terkait riset dan inovasi.
Saat ini, BRIN telah melakukan identifikasi kebutuhan topik riset terkait dengan keanekaragaman hayati di masing-masing calon lokasi stasiun riset, serta potensi untuk bioprospeksi maupun aspek lainnya untuk dipertajam dalam kegiatan riset selama lima tahun ke depan, yakni pada periode 2023-2027.
Anang mengatakan nantinya stasiun riset yang ada di tiap lokasi akan dibangun sesuai dengan karakter daerah yang tentunya berbeda satu sama lain tergantung pada potensi unggulan daerah masing-masing.
Untuk itu, BRIN sedang menggali informasi terkait potensi dan karakter dari tiap daerah calon lokasi stasiun riset dan mengidentifikasi potensi daerah yang bisa dikembangkan.
"Nantinya kita berharap besar adanya economical impact (dampak ekonomi) dari kegiatan yang kita lakukan," ujar Anang. (Ant/OL-12)
PENCEMARAN pestisida di Sungai Cisadane dapat ditangani melalui restorasi ekosistem sungai lewat rehabilitasi zona riparian menurut peneliti BRIN
pencemaran Sungai Cisadane oleh pestisida dapat menimbulkan efek kesehatan. Meskipun air permukaan sungai itu bisa tampak jernih kembali, ada ancaman toksititas
Kepala BRIN Arif Satria terjunkan tim ahli untuk teliti dampak 20 ton pestisida di Sungai Cisadane. Warga dilarang gunakan air sungai demi kesehatan.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
Residu kimia yang masuk ke aliran sungai telah memicu kematian massal biota akuatik.
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved